Baldwin mengakui bahwa Demokrat memiliki "perangkat yang terbatas" untuk memberikan pengawasan berarti terhadap Trump. Meski demikian, ia bertekad menggunakan rintangan prosedural untuk menunda semua agenda Senat lainnya.
Hal ini dapat mencakup mendorong pemungutan suara tambahan mengenai kewenangan perang yang menuntut tindakan segera dari Senat, sehingga berpotensi menghambat agenda lain seperti proses pencalonan pejabat dan pembahasan rancangan undang-undang lainnya. Mengingat Senat beroperasi di bawah prinsip persetujuan bulat (unanimous consent), keberatan dari satu senator saja dapat sangat menghambat prosedur legislatif.
“Kami telah sepakat secara kolektif untuk menggunakan pengaruh yang kami miliki,” tambah Booker.
Pekan lalu, Senat telah menolak resolusi kewenangan perang yang bertujuan membatasi kemampuan Trump dalam menggunakan kekuatan militer di Iran. Pemungutan suara tersebut gagal sebagian besar karena garis partai, di mana mayoritas Republik menentang langkah tersebut.
Perang di Iran, yang dimulai sekitar satu setengah minggu lalu, kini telah membengkak menjadi konflik regional berskala penuh yang melibatkan lebih dari belasan negara. Serangan tersebut telah menewaskan sejumlah pemimpin Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Di pihak Amerika Serikat, tujuh personel militer dilaporkan gugur dalam konflik ini.
Donald Trump pada hari Senin menyatakan bahwa perang akan selesai "sangat segera" di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan politik akibat fluktuasi tajam pasar minyak. Namun, ia tidak memberikan rincian target spesifik atau berapa lama lagi konflik ini akan berlangsung.
Sejauh ini, Trump dan pejabat tinggi lainnya memberikan alasan yang beragam, dan terkadang saling bertentangan, terkait urgensi perang ini. Mereka berpendapat bahwa Iran menghadirkan ancaman nuklir yang serius terhadap Israel. Padahal, tahun lalu AS memimpin serangan terhadap program nuklir Republik Islam tersebut, yang menurut Trump sendiri telah "melenyapkan" kemampuan pengayaan nuklir mereka. Di sisi lain, Trump juga sempat melontarkan ide mengenai upaya pergantian rezim di negara tersebut.
(bbn)




























