Sebelumnya, Konsensus Bloomberg memperkirakan pertumbuhan ekspor Indonesia Januari mencapai 11,9% secara tahunan (year-on-year). Proyeksi angka ini jauh lebih kuat dari realisasi bulan sebelumnya yang hanya 0,36%.
Sementara impor Januari diproyeksikan akan melonjak 20% (yoy), hampir dua kali lipat laju ekspor, setelah Desember lalu terkontraksi 2,7%.
Dari sisi neraca perdagangan, kombinasi ekspor 11,9% dan impor 20% berarti surplus berpotensi menyempit dibanding bulan-bulan sebelumnya, terutama jika harga komoditas tidak melonjak signifikan.
(lav)
No more pages



























