Logo Bloomberg Technoz

“Situasi ini memperkuat penilaian yang lebih luas bahwa bitcoin merespons ketidakpastian global, namun masih didorong secara utama oleh dinamika likuiditas dan posisi, bukan aliran aset yang aman.”

Bursa derivatif kripto yang memfasilitasi perdagangan kontrak opsi dan berjangka atau futures Bitcoin Deribit memperlihatkan posisi put US$1,9 miliar pada level US$60.000. Hal ini memberi sinyal pasar bersiap dengan penurunan harga.

Hayden Hughes, mitra pengelola di Tokenize Capital mempercayai dampak akan terlihat lebih nyata pada awal perdagangan Senin waktu Amerika Serikat, khususnya aktivitas dana exchange-traded (ETF) Spot Bitcoin.

Aktivitas perdagangan ETF Bitcoin menunjukkan arah negatif.

Saat ini Bitcoin diperdagangkan pada level US$65.221 (setara Rp1,09 miliar) hingga pukul 5.55 pagi, Senin (2/3/2026), dilansir dari CoinGecko, memberi gambaran bahwa sepanjang 2026 (year to date/ytd) posisi koin paling berharga di dunia tersebut telah koreksi lebih dari 25%.

Terpuruknya harga makin memperlihatkan titik terendah Bitcoin dengan diskon 50% dibandingkan level terbaiknya (all time high/ath) bulan Oktober tahun lalu di level US$1260.000. Dan, sekali lagi membuktikan bahwa tensi geopolitik menjadi sangat sensitif terhadap harga aset kripto — sebelumnya terjadi saat penyerangan Rusia ke wilayah Ukraina empat tahun lalu.

Altcoin juga menunjukkan penurunan harga dipimpin Solana -1,4% ke US$83,4, disusul kemudian XRP -1,1% menjadi US$1,36. Ethereum -0,8% dan sementara bertengger pada kisaran harga US$1.947. Dogecoin -1,2% ke US$0,0092.

Data CoinGlass hingga Minggu malam mencatat sekitar US$490 juta dalam posisi dilikuidasi selama periode 24 jam terakhir. Secara dominan posisi long ada pada Bitcoin dan Ethereum. 

(red)

No more pages