Melansir akun Instagram @KAI121_, Kereta Ekonomi Kerakyatan merupakan hasil modifikasi dari rangkaian kereta dengan kapasitas awal 106 tempat duduk menjadi 93 tempat duduk. Pengurangan jumlah kursi ini bertujuan menciptakan ruang gerak yang lebih lapang bagi penumpang.
Modifikasi tersebut menghasilkan konfigurasi tempat duduk 3:2. Artinya, terdapat tiga kursi di satu sisi dan dua kursi di sisi lainnya. Pola ini memberikan ruang kaki yang lebih lega sehingga perjalanan jarak jauh terasa lebih nyaman.
Selain itu, kursi pada kereta ini dapat disesuaikan arahnya mengikuti laju kereta. Penumpang dapat memilih posisi duduk menghadap ke depan atau ke belakang sesuai preferensi masing masing, sebuah fitur yang sebelumnya tidak tersedia pada sebagian besar kereta ekonomi.
Kereta Ekonomi Kerakyatan akan dioperasikan sebagai Kereta Api Tambahan pada relasi Lempuyangan dan Pasarsenen, serta sebaliknya. Rute ini dikenal sebagai salah satu jalur favorit pemudik yang menghubungkan wilayah Yogyakarta dan Jakarta.
Periode operasional ditetapkan mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Jadwal tersebut mencakup masa puncak arus mudik sekaligus arus balik Lebaran, sehingga diharapkan mampu membantu mengurai kepadatan penumpang.
Dengan tambahan armada ini, PT KAI berupaya menjaga distribusi penumpang tetap terkendali. Upaya ini juga menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang inklusif.
Dari sisi tarif, tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan dibanderol mulai dari Rp175.000. Harga tersebut dinilai kompetitif, terutama jika mempertimbangkan peningkatan kenyamanan yang ditawarkan dibandingkan kereta ekonomi reguler.
Pemesanan tiket telah dibuka secara resmi sejak 25 Februari 2026 pukul 00.00 WIB. Masyarakat dapat mengakses pembelian tiket melalui berbagai kanal resmi yang telah disediakan.
Saluran pemesanan mencakup aplikasi Access by KAI, situs resmi booking.kai.id, serta mitra resmi penjualan tiket KAI lainnya. Sistem digital ini memudahkan calon penumpang melakukan transaksi tanpa harus datang langsung ke stasiun.
Kemudahan akses pemesanan menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran arus mudik. Dengan sistem daring, masyarakat dapat memilih jadwal dan kursi sesuai kebutuhan secara lebih praktis.
Kehadiran Kereta Ekonomi Kerakyatan menunjukkan komitmen PT KAI dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi massal. Inovasi ini tidak hanya berfokus pada kapasitas, tetapi juga pada aspek kenyamanan dan keselamatan.
Program ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam mengurangi kepadatan arus mudik di jalur darat. Dengan lebih banyak masyarakat beralih ke kereta api, potensi kemacetan panjang di jalan raya dapat ditekan.
Selain itu, transportasi kereta api dikenal lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan pribadi. Penggunaan moda massal berkontribusi pada pengurangan emisi dan efisiensi energi selama periode mudik.
PT KAI juga memastikan seluruh rangkaian kereta tambahan menjalani proses perawatan dan pemeriksaan menyeluruh sebelum dioperasikan. Langkah ini dilakukan guna menjamin keselamatan perjalanan selama musim padat penumpang.
Bagi masyarakat yang berencana mudik menggunakan layanan ini, disarankan untuk segera melakukan pemesanan tiket. Mengingat periode Lebaran selalu mengalami lonjakan permintaan, ketersediaan kursi dapat cepat habis.
Dengan inovasi Kereta Ekonomi Kerakyatan, perjalanan mudik Lebaran 2026 diharapkan menjadi lebih nyaman tanpa membebani anggaran. Kombinasi harga terjangkau dan fasilitas yang ditingkatkan menjadi daya tarik utama layanan ini.
Langkah strategis ini menegaskan bahwa transformasi layanan transportasi publik terus berjalan. PT KAI berupaya menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Demikian informasi mengenai panduan pesan tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan tambahan Mudik Lebaran 2026. Masyarakat diimbau memanfaatkan kanal resmi untuk memastikan keamanan transaksi dan memperoleh jadwal perjalanan sesuai rencana.
(seo)


























