Logo Bloomberg Technoz

Untuk tahun 2026, BNBR akan melanjutkan penguatan bisnis inti, khususnya di sektor infrastruktur dan manufaktur pipa. “Yang pertama tentunya pabrik pipa kita ini kan pimpinan baik di gas maupun non, baik di oil and gas maupun non oil and gas,” ujar Anindya.

Menurut dia, peningkatan proyek infrastruktur migas dan nonmigas sejalan dengan kebijakan pemerintah membuka peluang pertumbuhan bagi perseroan.

Selain itu, BNBR juga memperkuat bisnis pipa gas yang tidak hanya mencakup manufaktur, tetapi juga infrastruktur dengan arus kas yang relatif stabil. “Kami sudah mulai dengan pipa gas ini. Bukan hanya pipanya tapi juga infrastrukturnya yang mendapatkan arus kas cukup rutin. Itu kita akan tekuni,” lanjutnya.

Di sektor EBT, Anindya menyebut VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) tetap menjadi andalan grup. Selain VKTR, BNBR juga mengembangkan bisnis tahap awal seperti Modula yang berfokus pada teknologi 3D printing untuk mendukung program pembangunan perumahan.

“Yaitu bisnis Modula yang fokus kepada 3D printing. Karena kita melihat pemerintah juga sangat giat untuk upayanya membuat rumah 3 juta setiap tahunnya,” jelasnya.

Sementara itu, Helio dikembangkan sebagai lini bisnis energi terbarukan yang sejalan dengan strategi keberlanjutan grup.

Data Center

Selain bisnis yang telah berjalan, BNBR juga mulai menjajaki peluang di sektor data center melalui entitas grup di bidang teknologi informasi. “Jadi memang kalau kita lihat ada perusahaan namanya MKN. Ini juga perusahaan sudah lama dan berkembang di bidang IT,” ujar Anindya.

Dia menjelaskan, kebutuhan infrastruktur teknologi informasi kini bergeser ke data center, yang memerlukan dukungan lahan dan pasokan listrik yang andal.

“Data center yang paling penting adalah satu, lahan. Yang kedua adalah tentunya listrik. Nah di situ adalah salah satu kekuatan grup kami, yaitu pembangkit listrik,” katanya.

Meski demikian, Anindya menegaskan bahwa pengembangan data center akan dilakukan secara selektif dan bergantung pada kehadiran mitra strategis.

“Tapi kita tentu hanya mau lakukan ini apabila mendapatkan mitra yang strategis yang mengerti di bidang data center ini,” ujarnya, seraya menambahkan, “Tunggu tanggal main ya nanti” saat ditanya mengenai calon mitra.

Peluang Dividen

Dari sisi kinerja, BNBR mencatatkan pendapatan bersih Rp3,74 triliun sepanjang 2025. Meski turun 3,28% secara tahunan, laba bersih perseroan melonjak 50,57% menjadi Rp493,85 miliar.

Direktur Keuangan BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti menyatakan perseroan secara teknis memiliki ruang untuk membagikan dividen.

“Kalau pertanyaan sudah ada ruang berarti sudah ada. Jadi secara teknis kita sudah bisa membagikan dividen, memang tapi secara internal nanti kita akan perlu disusun,” ujar Roy.

Namun, keputusan final terkait dividen akan ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2026.

(rtd/naw)

No more pages