Logo Bloomberg Technoz

Secara teologis, zakat fitrah menjadi sarana pembersihan jiwa setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Selama sebulan penuh, umat Islam berupaya menahan diri dari berbagai hal yang membatalkan puasa, dan zakat fitrah hadir sebagai penyempurna ibadah tersebut.

Selain itu, zakat fitrah juga berfungsi membantu masyarakat yang kurang mampu agar dapat turut merasakan kebahagiaan di hari kemenangan. Distribusi zakat memastikan bahwa kebutuhan pangan menjelang Idul Fitri dapat terpenuhi secara lebih merata.

Ketentuan, Niat, dan Doa Zakat Fitrah

Dalam penjelasannya, KH Miftahul Huda juga memaparkan tata cara pembayaran zakat fitrah yang perlu diperhatikan umat Islam. Salah satu hal mendasar adalah penentuan besaran zakat.

Zakat fitrah umumnya dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok seperti beras, gandum, atau bahan pangan lain yang menjadi konsumsi utama masyarakat setempat. Jumlahnya sebesar 1 sha’ atau setara sekitar 2,5 hingga 3 kilogram per orang.

Apabila dibayarkan dalam bentuk uang, nominalnya harus menyesuaikan dengan harga makanan pokok di daerah masing-masing. Penyesuaian ini penting agar nilai manfaat yang diterima mustahik tetap setara dengan ketentuan syariat.

Setelah menentukan besaran zakat, langkah berikutnya adalah menyalurkannya kepada pihak yang berhak. Dalam Islam, terdapat delapan golongan penerima zakat atau asnaf, dengan prioritas utama fakir dan miskin.

Penyaluran zakat fitrah dapat dilakukan melalui amil zakat, seperti pengurus masjid atau lembaga resmi pengelola zakat. Selain itu, zakat juga boleh diberikan langsung kepada penerima yang berhak sesuai ketentuan.

Selain aspek teknis, niat menjadi unsur fundamental dalam pembayaran zakat fitrah. Niat harus dilandasi keikhlasan karena Allah SWT dan cukup diucapkan dalam hati.

Untuk memudahkan, terdapat lafaz niat yang dapat dibaca. Untuk diri sendiri, lafaznya adalah:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

"Nawaitu an ukhrija zakātal-fitri ‘an nafsī fardhan lillāhi ta‘ālā."

(Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala.)

Sementara itu, bagi yang membayarkan zakat untuk anggota keluarga yang menjadi tanggungannya, lafaz niat dapat disesuaikan dengan menyebut nama pihak yang diwakili.

Bacaan niatnya sebagai berikut:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ...فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

"Nawaitu an ukhrija zakātal-fitri ‘an... (sebutkan nama) fardhan lillāhi ta‘ālā."

(Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk... (sebutkan nama) sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala.)

Adapun untuk pembayaran zakat fitrah sekaligus bagi diri sendiri dan seluruh keluarga, tersedia lafaz khusus yang juga dapat dibaca dalam hati.

Lafaz tersebut berbunyi:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّي وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

"Nawaitu an ukhrija zakātal-fitri ‘annī wa ‘an ahli baiti fardhan lillāhi ta‘ālā."

(Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan keluargaku sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala.)

Tidak hanya niat, umat Islam juga dianjurkan membaca doa setelah menunaikan zakat fitrah. Doa ini dipanjatkan agar zakat yang diberikan diterima dan membawa keberkahan.

Berikut doa yang dianjurkan:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى ...اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا مُطَهِّرَةً لِلنَّفْسِ، وَبَارِكْ فِي الرِّزْقِ، وَتَقَبَّلْ مِنَّا يَا كَرِيمُ

"Allahumma shalli ‘ala ... (sebutkan nama yang berzakat), Allāhummaj‘alhā muthahhiratan linnafs, wa bārik fī rizq, wa taqabbal minnā yā karīm."

(Ya Allah, sayangilah … (nama yang berzakat), ya Allah, jadikanlah zakat ini sebagai penyucian bagi jiwa, berkah dalam rezeki, dan terimalah amal kami, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.)

Doa tersebut mencerminkan harapan agar zakat tidak hanya bernilai administratif, tetapi juga menjadi sarana pembersihan jiwa dan pembuka pintu rezeki.

Secara sosial, zakat fitrah memiliki dampak signifikan dalam mengurangi kesenjangan menjelang Idul Fitri. Di berbagai daerah, distribusi zakat membantu keluarga prasejahtera memenuhi kebutuhan pangan pokok.

Momentum zakat fitrah juga memperkuat hubungan antarwarga. Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat sering melibatkan relawan, pengurus masjid, hingga lembaga sosial yang bekerja sama demi memastikan penyaluran tepat sasaran.

Di tengah dinamika ekonomi yang tidak selalu stabil, zakat fitrah menjadi instrumen solidaritas yang relevan. Ia memastikan bahwa kebahagiaan Idul Fitri dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

KH Miftahul Huda menekankan pentingnya pemahaman yang benar mengenai tata cara, niat, dan doa dalam menunaikan zakat fitrah. Pemahaman tersebut menjadi kunci agar ibadah yang dilakukan sah secara syariat dan bernilai maksimal.

Dengan demikian, zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban tahunan yang bersifat ritual. Ia adalah bagian integral dari penyempurnaan ibadah puasa Ramadan.

Setiap Muslim yang mampu diingatkan untuk tidak menunda pembayaran zakat hingga melewati waktu yang ditentukan. Idealnya, zakat fitrah ditunaikan sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri.

Menjelang akhir Ramadan, berbagai masjid dan lembaga amil zakat biasanya membuka layanan penerimaan zakat fitrah. Masyarakat pun diimbau untuk memastikan bahwa zakat disalurkan melalui jalur yang amanah.

Pada akhirnya, zakat fitrah adalah refleksi dari nilai dasar Islam yang menekankan keseimbangan antara hubungan dengan Allah SWT dan hubungan dengan sesama manusia.

Dengan menunaikan zakat fitrah sesuai ketentuan, umat Islam tidak hanya menyempurnakan ibadah puasanya, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Harapannya, zakat yang dikeluarkan menjadi sarana keberkahan dalam hidup dan membersihkan jiwa dari segala kekurangan selama menjalani Ramadan.

(seo)

No more pages