"Masuknya impor dalam jumlah besar berpotensi menurunkan utilisasi pabrik, menekan volume produksi, serta melemahkan daya saing industri yang telah dibangun dengan investasi besar," kata dia.
"Pemerintah mutlak harus membatalkannya. Harus ada arah kbijakan yang konsisten dan strategis dengan menjadikan prioritas produksi domestik melalui pengadaan pemerintah," tegas dia.
Diberitakan sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara akan mengimpor sebanyak 105.000 unit mobil pikap yang berasal dari pabrikan India untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia.
Secara terperinci, sebanyak 35.000 unit mobil pikap Scorpio dipasok oleh produsen otomotif Mahindra. Sementara itu, 70.000 unit lainnya disuplai oleh Tata Motors India, yang terdiri atas Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7 masing-masing 35.000 unit.
"Kami menantikan kerja sama ini untuk mendukung Koprasi Indonesia melalui kemitraan kami dengan Agrinas Pangan Nusantara," ujar CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd, Nalinikanth Gollagunta dalam siaran resminya, dikutip Jumat (20/2/2026).
Teranyar, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco mengatakan pihaknya meminta pemerintah menunda pembelian tersebut.
“Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pikap dari India saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu mengingat presiden masih di luar negeri” kata Dasco, Senin (23/2/2026).
Dasco bilang nantinya impor mobil tersebut akan dibahas oleh Presiden Prabowo usai kepulangannya dari Amerika Serikat termasuk detail-detail mengenai rencana impor pikap tersebut.
“Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkukasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu” kata Dasco.
(ain)



























