Logo Bloomberg Technoz

Gedung Ikonik Tipis di New York Ini Laku Seharga Rp2,4 T

News
24 May 2023 19:21

Warga melintas di depan Gedung Flatiron di New York, AS, Selasa (23/5/2023). (Jeenah Moon/Bloomberg)

Warga melintas di depan Gedung Flatiron di New York, AS, Selasa (23/5/2023). (Jeenah Moon/Bloomberg)

Gedung Flatiron, sebuah bangunan ikonik yang tipis dan bersejarah di Kota New York itu telah dilelang.  (Jeenah Moon/Bloomberg)

Gedung Flatiron, sebuah bangunan ikonik yang tipis dan bersejarah di Kota New York itu telah dilelang. (Jeenah Moon/Bloomberg)

Gedung tersebut dilelang dengan harga U$161 juta atau setara Rp2,4 triliun.  (Jeenah Moon/Bloomberg)

Gedung tersebut dilelang dengan harga U$161 juta atau setara Rp2,4 triliun. (Jeenah Moon/Bloomberg)

Ini merupakan lelang kedua setelah sebelumnya gagal melakukan pembayaran deposit untuk gedung tersebut. (Jeenah Moon/Bloomberg)

Ini merupakan lelang kedua setelah sebelumnya gagal melakukan pembayaran deposit untuk gedung tersebut. (Jeenah Moon/Bloomberg)

Pemenang lelang pertama gagal memenuhi batas waktu untuk membayar deposit sebesar 10% dari harga pembelian.  (Jeenah Moon/Bloomberg)

Pemenang lelang pertama gagal memenuhi batas waktu untuk membayar deposit sebesar 10% dari harga pembelian. (Jeenah Moon/Bloomberg)

Sebelumnya gedung ini disewa oleh Macmillan Publishers yang pindah pada tahun 2019. (Jeenah Moon/Bloomberg)

Sebelumnya gedung ini disewa oleh Macmillan Publishers yang pindah pada tahun 2019. (Jeenah Moon/Bloomberg)

Warga melintas di depan Gedung Flatiron di New York, AS, Selasa (23/5/2023). (Jeenah Moon/Bloomberg)
Gedung Flatiron, sebuah bangunan ikonik yang tipis dan bersejarah di Kota New York itu telah dilelang.  (Jeenah Moon/Bloomberg)
Gedung tersebut dilelang dengan harga U$161 juta atau setara Rp2,4 triliun.  (Jeenah Moon/Bloomberg)
Ini merupakan lelang kedua setelah sebelumnya gagal melakukan pembayaran deposit untuk gedung tersebut. (Jeenah Moon/Bloomberg)
Pemenang lelang pertama gagal memenuhi batas waktu untuk membayar deposit sebesar 10% dari harga pembelian.  (Jeenah Moon/Bloomberg)
Sebelumnya gedung ini disewa oleh Macmillan Publishers yang pindah pada tahun 2019. (Jeenah Moon/Bloomberg)

Bloomberg,  Gedung Flatiron, sebuah bangunan ikonik dan bersejarah di Kota New York, Amerika Serikat, telah dilelang dengan harga U$161 juta atau setara Rp2,4 triliun kepada sekelompok investor yang dipimpin oleh pengembang real estate, Jeffrey Gural. Ini merupakan lelang kedua setelah sebelumnya gagal melakukan pembayaran deposit untuk gedung tersebut.

Jeffrey Gural, yang merupakan Ketua GFP Real Estate, mengajukan penawaran sebesar $161 juta atau setara Rp2,4 triliun untuk gedung tersebut. Ia berhasil memenangkan lelang yang diadakan di luar gedung pengadilan di wilayah Manhattan, Selasa (23/5/2023).

Pada lelang pertama, Jacob Garlick, seorang mitra pengelola di Abraham Trust sebenarnya mendapatkan hak atas Gedung Flatiron dengan penawaran sebesar US$190 juta atau Rp2,8 triliun, pada 22 Maret 2023. Namun, ia gagal memenuhi batas waktu untuk membayar deposit sebesar 10% dari harga pembelian yang telah disepakati.

Dalam rangka menghindari situasi serupa, penyelenggara kemudian mewajibkan para pembeli pada lelang kedua untuk mengirimkan identifikasi foto, dan bukti dana deposit. Selain itu, jika melakukan pembelian melalui entitas, mereka harus memberikan bukti legitimasi.

Jeffrey Gural telah menjadi pemegang saham di Gedung Flatiron, yang terletak di 175 Fifth Ave., selama beberapa dekade. Pemilik gedung ini, setelah penyewa tunggalnya yaitu Macmillan Publishers pindah pada tahun 2019, terlibat dalam perdebatan mengenai bagaimana melanjutkan renovasi untuk menarik penghuni.

Gural mengakui bahwa saat ini pasar gedung perkantoran sedang sulit. Meningkatnya tren kerja jarak jauh dan biaya pinjaman yang lebih tinggi telah memberikan dampak yang signifikan bagi banyak pemilik gedung. Meskipun rencananya awalnya adalah menjadikan seluruh ruang gedung untuk keperluan kantor, ia menyatakan tetap terbuka terhadap ide-ide lain.

"Kami telah mencapai tujuan kami, yaitu mengakhiri hubungan kami dengan Nathan Silverstein dan memperoleh kepemilikan gedung ini secara keseluruhan," ujar Jeffrey Gural. "Ini merupakan lega bagi saya karena selama 30 tahun terakhir, saya selalu membutuhkan persetujuannya dalam segala hal. Kadang-kadang kami setuju, kadang-kadang kami tidak,".

(bbn)