Logo Bloomberg Technoz

Penurunan yield yang lebih dalam di tenor pendek mengindikasikan ekspektasi pasar bahwa suku bunga acuan domestik relatif stabil dalam waktu dekat.

Pelaku pasar tampak mulai melakukan akumulasi, memanfaatkan level yield yang sebelumnya sempat naik akibat tekanan global. Dengan inflasi domestik yang tetap terkendali dan stabilitas makro yang terjaga, minat terhadap instrumen berbasis rupiah kembali menguat.

"Penurunan yield yang lebih dalam di tenor pendek mengindikasikan ekspektasi pasar bahwa suku bunga acuan domestik relatif stabil dalam waktu dekat. Kami memperkirakan yield 10Y SUN berpeluang turun ke rentang 6,35-6,4%, tergantung pada hasil lelang SUN hari ini," kata Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist, Mega Capital Sekuritas dalam catatannya.

Sebagai catatan, hari ini pemerintah kembali melakukan lelang SUN dengan target perolehan dana sebesar Rp33 triliun. Di tengah kondisi rupiah yang relatif masih tertekan, lelang SUN hari ini dapat menjadi pembuktian kepercayaan pasar terhadap aset domestik berdenominasi rupiah. 

Sementara dari pasar surat utang AS meski terjadi kenaikan yield, namun selisih imbal hasil (yield spread) antara SUN tenor 10 tahun dan US Treasury (UST) tercatat masih atraktif di kisaran 233 basis poin (bps), sementara spread obligasi global Indonesia (INDON) terhadap UST berada di level 93 bps.

Pasar obligasi AS (US Treasury) lesu dan mengalami kenaikan yield menjadi 4,06% setelah reli pekan lalu. (Bloomberg)

Sebagai catatan, yield acuan UST 10Y ditutup naik satu basis poin ke 4,06%, sementara yield dua tahun yang sensitif terhadap kebijakan naik tiga basis poin menjadi 3,43%. Level yield 4% belum tersentuh sejak akhir tahun lalu.

Kenaikan yield UST 10Y, yang jadi acuan suku bunga pinjaman konsumen ini, merupakan imbas dari penurunan tak terduga atas data tingkat pengangguran serta inflasi yang lebih rendah dari perkiraan.

Pelaku pasar di AS kini tengah memperhitungkan dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 bps hingga akhir tahun, sembari menantikan risalah rapat The Fed bulan Januari untuk mendapatkan petunjuk waktu pemangkasan berikutnya. 

(dsp/aji)

No more pages