Logo Bloomberg Technoz

Harga emas dunia genap turun dua hari beruntun. Selama dua hari tersebut, harga jatuh 3,49%.

Perkembangan di China menjadi pemberat laju harga sang emas. Pasar keuangan di Negeri Tirai Bambu libur sepanjang pekan ini, memperingati Tahun Baru Imlek.

“Dengan tutupnya pasar China pekan ini, likuiditas menjadi lebih tipis dan belum jelas apakah ada cukup momentum untuk mendongkrak harga. Masih ada ruang untuk pelemahan dalam waktu dekat karena investor mengkaji ulang posisi aset aman (safe haven) mereka dan ada aksi ambil untung karena valuasi emas masih tinggi dibandingkan rata-rata historis,” terang Fawad Razaqzada, Analis Forex.com, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Di sisi lain, kurs dolar Amerika Serikat (AS) juga sedang menguat. Kemarin, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) terapresiasi 0,21% ke 97,115.

Indeks tersebut menjadi yang tertinggi sejak 9 Februari atau lebih dari sepekan terakhir.

Emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS. Ketika mata uang Negeri Paman Sam menguat, maka emas menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

(aji)

No more pages