Situasi di pasar yang menghindari risiko dan data inflasi yang lebih lambat pekan lalu mengangkat harga treasury AS, menurunkan yield atau imbal hasil dengan tenor 10 tahun sebesar 2 bps menjadi 4,03%. Yen, yang secara historis dianggap sebagai aset safe-haven, menguat 0,3% terhadap dolar AS.
Babak lanjutan pembicaraan antara AS dan Iran, anggota OPEC, dijadwalkan berlangsung pada Selasa sore di Jenewa.
Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Republik Islam Iran kecuali negara tersebut setuju untuk menandatangani kesepakatan yang membatasi program nuklir Tehran sebagai imbalan atas pencabutan sanksi.
Trump telah mengerahkan kapal perang dan jet tempur di dekat Iran sebagai respons terhadap penindasan mematikan yang dilakukan rezim di sana setelah protes massal.
Pada bagian lain, pelaku pasar akan mengikuti pidato Gubernur Fed Michael Barr pada Selasa terkait tanggapannya atas pasar tenaga kerja dan AI, sementara Gubernur Fed San Francisco Mary Daly membahas AI dan ekonomi. Data gaji swasta ADP pada Selasa dan notulen rapat Fed Januari pada Rabu juga mungkin memberikan gambaran baru tentang ekonomi.
Di tempat lain, logam mulia lainnya mengikuti penurunan emas, dengan perak anjlok lebih dari 3% dan platinum juga turun. Bitcoin turun 1,5% menjadi US$67.826.
China, Hong Kong, dan beberapa pasar regional tutup untuk perayaan Tahun Baru Imlek.
Garfield Reynolds dari Bloomberg Strategist menerangkan bahwa pergerakan pada hari Selasa mungkin sulit dipercaya mengingat libur di AS dan Asia yang menguras likuiditas. Meski demikian “para investor yang masih aktif tampaknya berada dalam kehati-hatian,” jelas dia.
Reynolds menambahkan, “dengan emas yang juga turun, beragam tanda menunjukkan bahwa dampak negatif terhadap sentimen masih bertahan dari peristiwa akhir Januari ketika emas dan perak anjlok bersamaan dengan saham.”
(bbn)



























