Logo Bloomberg Technoz

“Saat insentif dicabut, pasar langsung menunjukkan reaksi kontraksi yang tajam membuktikan bahwa fundamental permintaan masih sangat tergantung pada dukungan harga dari pemerintah” kata Yannes.

Meski begitu, di sisi lain, pada periode yang sama sejumlah model baru tetap mencatatkan volume penjualan yang tinggi. BYD Atto 1 terjual 3.361 unit dan Jaecoo J5 sebanyak 1.942 unit pada Januari.

Menurut Yannes, capaian tersebut tidak lepas dari faktor transisi pasca-insentif. Sebagian penjualan BYD berasal dari stok unit yang batal dikirim pada Desember 2025 serta didukung oleh rencana perusahaan untuk segera memulai produksi lokal di pabrik Subang sehingga penyesuaian harga dapat berlangsung lebih mulus.

Sementara itu, Jaecoo masih memanfaatkan instrumen finansial berupa asuransi harga sehingga tetap dapat menggunakan slot harga lama untuk lebih dari 12.000 unit yang telah dipesan pada 2025. Proses akad pembayaran dan kredit dilakukan secara bertahap pada 2026 menyesuaikan kesiapan perakitan setelah masa insentif berakhir.

“Di penghujung tahun, situasi bisa kembali memanas seiring dimulainya produksi lokal EV dan potensi perang harga antar merek.” kata Yannes.

(ell)

No more pages