Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, kepemilikan masyarakat dengan porsi di bawah 5% meningkat signifikan dari 130,99 miliar saham (35,27%) menjadi 182,38 miliar saham (49,11%) per akhir Januari 2026. Kepemilikan saham di luar pemegang saham pengendali dan utama tercatat tetap sebanyak 200,06 miliar saham atau setara 53,87%.

Dalam pengumuman resmi, disebutkan bahwa kepemilikan Anthony Salim di BUMI dilakukan melalui Mach Energy (Hong Kong) Limited (MEL) dan Treasure Global Investments Limited (TGIL). Kepemilikan melalui MEL tidak berubah sejak Oktober 2024, tetap sebesar 170 miliar saham atau 45,78%.

Sementara melalui TGIL, kepemilikan Salim menurun dibandingkan posisi Oktober 2024 yang sebelumnya mencapai 30 miliar saham atau 8,08%. MEL merupakan entitas berbadan hukum Hong Kong dengan komposisi pemegang saham terdiri dari PT Bakrie Capital Indonesia sebesar 42,5% di bawah kendali grup Bakrie, Clover Wide Limited sebesar 15% yang dikendalikan Agoes Projosasmito, serta Mach Energy Pte. Ltd berbasis Singapura sebesar 42,5%.

TGIL juga berbasis di Hong Kong dengan pemegang saham PT Aswana Pinasthika Investasi sebesar 16,15% di bawah kendali Agoes Projosasmito, sedangkan sisanya dimiliki Anthony Salim.

Di sisi lain, entitas BUMN China, Chengdong Investment Corporation, terus mengurangi kepemilikannya di BUMI. Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek per 31 Januari 2026, kepemilikannya tinggal 2,81%, turun dari posisi 5,76% pada akhir Desember 2025 setelah melepas sekitar 10,94 miliar saham selama Januari 2026.

Jika dibandingkan dengan akhir 2022 saat konversi utang menjadi saham melalui mandatory convertible bond (MCB) pada harga Rp80 per saham, kepemilikan Chengdong sempat meningkat menjadi 39,65 miliar saham atau 10,68%. Seiring aksi divestasi yang dilakukan, Chengdong telah memperoleh dana triliunan rupiah dan kini kepemilikannya berada di bawah 5%.

(dhf)

No more pages