Berdasarkan data Bloomberg, kenaikan IHSG merupakan efek langsung dari kenaikan sejumlah saham potensial terutama saham–saham Prajogo Pangestu yang menggendong melesatnya IHSG keseluruhan.
Saham PTRO, saham CUAN, dan saham BRPT misalnya.
Saham PTRO melesat kencang setinggi 1.150 poin atau dengan kenaikan 19,24% di level Rp7.125/saham. Dengan diperdagangkan 235 juta saham, dan nilai transaksi Rp1,61 triliun.
Kenaikan itu berkontribusi terhadap penambahan bobot IHSG mencapai +4,51% (IdxMov). Hingga tutup perdagangan Sesi II, PTRO menyumbang +7,18 poin atas kenaikan Bursa Saham RI, berdasarkan data Bloomberg.
Yang juga sama potensialnya, saham CUAN menguat 285 poin dan juga 17,37% di level Rp1.925/saham usai sebanyak 346 juta saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksi saham CUAN hari ini mencapai Rp635 miliar.
Saham BRPT, yang merupakan induk dari Grup Barito, juga berhasil mencatatkan kenaikan 250 poin dan lompat 12,31% di level Rp2.280/saham usai sebanyak 247 juta saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksi saham BRPT hari ini mencapai Rp549 miliar.
Berikut 10 besarnya berdasarkan data Bloomberg, Rabu (11/2/2026).
- Barito Pacific (BRPT) menyumbang 14,38 poin
- Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 13,72 poin
- Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menyumbang 11,49 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 11,14 poin
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 8,96 poin
- Mora Telematika Indonesia (MORA) menyumbang 7,24 poin
- Petrosea (PTRO) menyumbang 7,18 poin
- Bumi Resources (BUMI) menyumbang 6,25 poin
- Bumi Resources Minerals (BRMS) menyumbang 5,99 poin
- Impack Pratama Industri (IMPC) menyumbang 5,54 poin
Menyitir Panin Sekuritas dalam risetnya menyebut, seiring meningkatnya aksi beli pelaku pasar utamanya pada saham-saham konglomerasi setelah mengalami penurunan signifikan pada pekan lalu akibat kebijakan MSCI serta adanya upaya stabilisasi sentimen pasar dari sisi kebijakan domestic di mana Presiden Prabowo Subianto, melakukan pertemuan intensif dengan sejumlah pengusaha besar di Indonesia dengan pembahasan mengarah pada dukungan para pengusaha terhadap agenda pemerintah di sektor strategis.
“Pertemuan ini juga menimbulkan confidence signal yang mampu meredakan panic-driven selling pada saham-saham konglomerasi,” papar Panin.
Di sisi lain, penguatan IHSG turut didukung oleh apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang meningkatkan risk appetite investor dan memperkuat sentimen positif di pasar domestik.
Dengan itu, Panin menyebut dalam riset terpisah, IHSG dalam perjalanan menuju resistance MA20 dan MA50 di 8.395 - 8.508.
Phintraco Sekuritas juga memaparkan hal senada, penguatan IHSG antara lain didorong oleh meningkatnya optimisme investor akan pasar modal Indonesia, laporan kinerja keuangan emiten, serta faktor teknikal. Rupiah juga berlanjut menguat terhadap dolar AS.
“Secara teknikal, IHSG berhasil melanjutkan penguatan dan didukung oleh kenaikan indikator Stochastic RSI serta berlanjutnya penyempitan histogram negatif MACD. Volume beli juga mengalami kenaikan. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level 8.350 - 8.400 pada perdagangan Kamis (12/2/2026),” analisis Phintraco.
(fad)






























