Logo Bloomberg Technoz

Sumur eksplorasi Tangkulo-1 dibor hingga kedalaman 3.400 meter pada kedalaman air 1.200 meter, beberapa bulan setelah penemuan besar di sumur Layaran-1.

Pengeboran ini berhasil menemukan kolom gas setebal 80 meter pada reservoir batu pasir Oligosen berkualitas baik.

Dengan memanfaatkan desain baru untuk Drill Stem Test (DST), sumur ini berhasil mengalirkan gas berkualitas tinggi sebesar 47 juta kaki kubik per hari (MMscfd) dan 1.300 barel kondensat.

Meskipun pengujian dibatasi oleh fasilitas yang tersedia, kapasitas sumur ini diperkirakan mencapai 80—100 MMscfd dan lebih dari 2.000 barel kondensat.

Dengan kepemilikan hak partisipasi sebesar 80% di South Andaman, Mubadala Energy menjadi pemegang area eksplorasi terbesar di wilayah tersebut.

Sumur eksplorasi Tangkulo-1 menjadi pintu masuk untuk membuka potensi lebih besar di bagian selatan blok dan mengindikasikan adanya tambahan sumber daya gas prospektif berskala multi-TCF pada struktur-struktur di sekitarnya.

Perkembangan PSN Blok Migas

Selain pengembangan WK South Andaman, terdapat sejumlah blok migas yang diprioritaskan untuk digarap dan ditetapkan sebagai proyek strategis nasional (PSN).

Mereka a.l. Asap Kido Merah (AKM), Blok Kasuri; Blok Indonesia Deepwater Development (IDD); Geng North; Blok Masela; serta Tangguh Ubadari, CCUS, dan Compression (UCC).

Djoko menjelaskan nilai investasi dari seluruh PSN tersebut mencapai US$45,8 miliar atau setara Rp756 triliun. Dia memprediksi seluruh PSN itu bakal menambah lifting 105.000 barel per hari (bph) dan gas sebesar 4.369 MMscfd.

Untuk proyek Asap Kido Merah (AKM) yang dikelola Genting Oil Kasuri ditargetkan memproduksikan gas hingga 330 MMSCFD serta sekitar 10.000 barel kondensat per hari (BCPD).

Proyek dengan nilai investasi US$3,37 miliar ditargetkan bakal merampungkan fasilitas floating liquified natural gas (FLNG) pada 2027.

Sementara itu, proyek Ubadari, CCUS, dan Compression (UCC) yang digarap BP Tangguh memiliki nilai investasi sekitar US$4,5 miliar dengan target onstream pada 2028.

Hingga saat ini, SKK Migas mengklaim progres pengembangannya telah mencapai sekitar 35% secara rata-rata.

Selanjutnya, terdapat PSN yang digarap oleh Eni yakni  sumur gas Geng North dan proyek pengembangan Blok Indonesia Deepwater Development (IDD).

Total cadangan gas di IDD mencapai 2,67 TCF dengan potensi minyak sebesar 66 juta barel. Selain itu, SKK Migas menargetkan onstream IDD pada 2027.

Nilai investasi IDD tercatat sebesar US$14,8 miliar, terdiri atas US$3,7 miliar untuk Southern Hub dan US$11,1 miliar untuk Northern Hub.

Sementara Geng North dikembangkan sebagai proyek terpisah yang terintegrasi dengan Northern Hub IDD. Lapangan Geng North memiliki cadangan gas sekitar 5,3 TCF.

Untuk proyek Lapangan Gas Abadi di Blok Masela yang digarap Inpex Masela Ltd. ditargetkan dilakukan pembangunan perdana pada tahun ini, tepatnya pada akhir Maret 2026.

Proyek Abadi Masela ditaksir sanggup memproduksi 9,5 juta ton gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) per tahun, setara dengan lebih dari 10% impor LNG tahunan Jepang.

Selain itu, proyek ini juga diestimasikan mengakomodasi gas pipa 150 MMSCFD, serta 35.000 BCPD.

(azr/wdh)

No more pages