Logo Bloomberg Technoz

Menurut Pandu, sistem kebijakan yang dijalankan pemerintah bersama institusi terkait pada prinsipnya memiliki mekanisme evaluasi internal. Namun, hal tersebut perlu ditopang dengan penyampaian rencana kerja yang terbuka serta pelaksanaan yang terkoordinasi agar dapat dipahami oleh pemangku kepentingan eksternal, termasuk lembaga pemeringkat.

Ia menambahkan, konsistensi dan kejelasan komunikasi menjadi semakin krusial mengingat lembaga pemeringkat internasional lainnya juga akan melakukan penilaian terhadap Indonesia.

Pandu menyebut Fitch Ratings dijadwalkan melakukan kunjungan dalam waktu dekat, yang kemudian akan disusul oleh Standard & Poor’s (S&P). Dalam konteks tersebut, ia menilai terdapat banyak perkembangan positif di dalam negeri yang dapat disampaikan kepada investor global.

Pandu juga mengakui bahwa komunikasi eksternal selama ini belum berjalan optimal. Karena itu, upaya peningkatan komunikasi dinilai perlu dilakukan agar berbagai capaian dan kebijakan domestik dapat dipahami secara lebih luas oleh pasar internasional.

Terkait pengelolaan dana kekayaan negara, Pandu menyampaikan bahwa Danantara masih tergolong lembaga baru dengan usia sekitar 11,5 bulan. Sejak awal pembentukannya, Danantara menetapkan prinsip berorientasi pada profit, dikelola secara profesional tanpa keterlibatan politisi, terbuka terhadap talenta global, serta berada dalam perlindungan business judgment rule.

Ia menyebut salah satu tantangan utama adalah kemampuan untuk menolak proyek-proyek yang dinilai strategis secara nasional, tetapi belum memberikan imbal hasil secara komersial.

Untuk rencana investasi tahun ini, Pandu mengungkapkan Danantara menargetkan alokasi dana sekitar US$ 13-14 miliar secara global. Alokasi tersebut diperkirakan terbagi relatif seimbang antara investasi domestik dan luar negeri, yang mencakup instrumen saham, obligasi, serta investasi privat.

Ia menegaskan bahwa investasi luar negeri diarahkan agar memberikan transfer pengetahuan, nilai tambah, dan teknologi bagi Indonesia.

Sebelumnya, lembaga pemeringkat kredit Moody’s Ratings pada Kamis (5/2/2026) menurunkan outlook peringkat utang Pemerintah Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil. Salah satu faktor yang menjadi perhatian Moody’s adalah pembentukan Danantara sebagai badan pengelola dana kekayaan negara.

(dhf)

No more pages