Logo Bloomberg Technoz

2. Sukanto Tanoto

Siapa sangka, Sukanto Tanoto yang merupakan pendiri Royal Golden Eagle, sebuah konglomerat manufaktur global yang memiliki aset lebih dari US$ 40 miliar per 2026, berdasarkan data Bloomberg, berhasil menempati urutan ke–2 orang terkaya di Indonesia.

Cover, Sukanto Tanoto, Sempat Putus Sekolah hingga Beli Hotel Mewah (Arie Pratama/Bloomberg Technoz)

Dengan berbagai aset dan sumber kekayaan dari segala lini bisnis dari banyak negara, Sukanto Tanoto berhasil menempati peringkat ke–111 orang terkaya dunia, hasil dari kekayaannya yang bertambah 7,3% year–to–date mencapai US$ 1,6 miliar (Rp 26,88 triliun) hingga berada di angka kekayaan US$ 23,3 miliar, atau menyentuh Rp 391,49 triliun.

3. Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong, pengusaha tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) hartanya menguap 8,6% sepanjang 2026 yang jumlahnya mencapai US$ 1,9 miliar (Rp 31,92 triliun) menjadi US$ 20,1 miliar atau setara dengan Rp 337,72 triliun.

Low Tuck Kwong, Direktur Utama Bayan Resources. Foto: Ahmad Zamroni/Forbes Indonesia

Imbas kekayaannya menguap mencapai puluhan triliun rupiah, Low Tuck Kwong harus berpuas diri menempati urutan 132 orang terkaya di dunia hingga turun kelas jadi peringkat 3 orang terkaya di Indonesia disusul oleh Sukanto Tanoto.

4. Budi Hartono

Grup Djarum menjadi sumber kekayaan Hartono bersaudara dalam mengumpulkan pundi–pundi harta pendapatan. Nama Budi Hartono masuk jajaran orang terkaya urutan ke–155 berdasarkan data Bloomberg per Februari 2026.

Budi Hartono (Rumahinovasi.net/diolah)

Posisi itu tercapai biarpun harta kekayaannya menguap 7,7% yang nilainya menyentuh US$ 1,5 miliar (Rp 25,2 triliun) sepanjang tahun 2026 menjadi kekayaan bersih US$ 17,8 miliar, yang sama dengan Rp 299,08 triliun.

5. Michael Hartono

Kekayaan Michael Hartono memang tidak sebesar saudaranya, Budi Hartono. Nilainya masih terbilang fantastis mencapai US$ 16,3 miliar, atau Rp 273,87 triliun dengan keberhasilan menjemput posisi orang terkaya di Indonesia posisi ke–5.

Michael Hartono. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Namun memang, kekayaan sepadan itu menempatkan Michael Hartono di urutan 181 orang terkaya versi Bloomberg Billionaires Index Februari 2026. Posisi itu berhasil diraihnya sekalipun kekayaannya menguap 8% mencapai US$ 1,4 miliar (Rp 23,52 triliun).

6. Anthoni Salim

Pemilik Grup Indofood, perusahaan produsen makanan dan minuman ternama di dunia, Anthoni Salim, masuk ke dalam jajaran daftar orang terkaya di Indonesia urutan ke–6.

Nilai kekayaannya berhasil mencapai US$ 16,2 miliar, atau menyentuh Rp 272,19 triliun hingga menempatkannya di posisi 183 orang terkaya di dunia.

Anthoni Salim, CEO Indofood dalam sebuah konferensi pers di Jepang (Dok Yuriko Nakao/Bloomberg)

Yang juga jadi perhatian, kekayaannya sepanjang tahun berjalan berhasil melesat di tren positif dengan kenaikan 1,7% mencapai US$ 272,9 juta (Rp 4,58 triliun).

7. Dato Sri Tahir

Dato Sri Tahir memiliki kekayaan yang amat fantastis nilainya mencapai US$ 13,1 miliar yang sama dengan mencapai Rp 220,11 triliun dengan mengacu nilai tukar rupiah spot yang tengah berada di posisi Rp16.805/US$ tertanggal 10 Februari 2026.

Bisnis Dato Sri Tahir meliputi berbagai lini seperti perbankan, kesehatan, properti, hingga media massa. PT Berita Mediatama Indonesia, perusahaan yang menaungi Bloomberg Technoz, terafiliasi dengan Grup Mayapada milik Dato Sri Tahir.

Dato Sri Tahir, pendiri Mayapada Group.Foto: Andrean Kristianto/Bloomberg Technoz

Dari sejumlah perusahaan yang dinaungi dan berafiliasi dengannya, PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA), PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), dan PT Sejahteraraya Anugerahjaya Tbk (SRAJ) yang merupakan operator Mayapada Hospital.

Dari pertambangan, Dato Sri Tahir merupakan pemilik PT Raja Kutai Baru Makmur. Perusahaan ini bergerak di pertambangan batu bara. Dari properti, Dato Sri Tahir memiliki properti perkantoran, hotel, mal, dan sebagainya. Termasuk Mayapada Tower I dan II, Sona Topaz, Menara Topaz (Surabaya), Fairmont Hotel (Bali), Four Points by Sheraton (Jakarta dan Batam), Fairfield by Marriott (Surabaya), Mal Bali Galeria, dan Lampung Land. Dato Sri Tahir juga tercatat memiliki properti di luar negeri seperti Singapura dan Jepang.

Dengan berbagai aset dan sumber kekayaan dari segala lini bisnis, Dato Sri Tahir berhasil menempati peringkat ke–246 orang terkaya dunia, hingga berada di nilai kekayaan US$ 13,1 miliar, dan menjadi orang terkaya di Indonesia urutan 7 berdasarkan data Bloomberg.

8. Otto Toto Sugiri

Otto Toto Sugiri, pengusaha asal Bandung yang disebut–sebut sebagai ‘Bill Gates–nya Indonesia’ pendiri sekaligus Direktur Utama PT DCI Indonesia Tbk (DCII), penyedia layanan pusat data terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Bloomberg, Otto Toto Sugiri juga merupakan salah satu pendiri PT IndoInternet Tbk (EDGE), penyedia layanan internet terpadu pertama di Indonesia.

Otto Toto Sugiri Co-Founder dan Presiden Direktur PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Fotografer: Bloomberg Businesssweek Indonesia

Dengan berbagai sumber kekayaan, Otto Toto Sugiri berhasil menempati peringkat ke–367 orang terkaya di dunia, dengan keberhasilan mencatat kekayaan yang melesat 11,9% sepanjang tahun 2026 mencapai US$ 1,1 miliar (Rp 18,48 triliun) hingga berada di angka kekayaan US$ 9,9 miliar (Rp 166,34 triliun).

(fad)

No more pages