Selama proses pencarian kandidat, Trump menegaskan bahwa ia menginginkan sosok yang bersedia menurunkan suku bunga. Ia bahkan menyatakan tidak akan memilih Warsh jika sang kandidat mendukung kenaikan suku bunga.
Komentar ini memperjelas bahwa Trump bertaruh pada Warsh untuk memacu ekonomi menjelang pemilu sela (midterm elections), yang secara historis sering kali menyulitkan posisi presiden AS. Di sisi lain, hal ini menandakan tantangan berat bagi Warsh dalam menjaga keseimbangan kebijakan.
Pernyataan Trump juga mengisyaratkan bahwa ia tidak khawatir terhadap inflasi, meskipun secara teori inflasi akan melonjak drastis jika pertumbuhan ekonomi mendekati 15%. Saat ini, tingkat inflasi AS pun masih tergolong tinggi.
Berdasarkan estimasi median yang dirilis Desember lalu, para pejabat The Fed sebenarnya hanya memproyeksikan satu kali penurunan suku bunga untuk tahun 2026, meski investor tetap berharap ada dua kali pemangkasan tahun ini.
Dalam cuplikan tersebut, Trump juga menyalahkan mantan Menteri Keuangan Steven Mnuchin yang mendesaknya untuk memilih Powell dahulu.
"Menteri Keuangan saya sangat menginginkannya, sangat menginginkannya," kata Trump merujuk pada Powell. "Saya merasa tidak yakin dengannya, tapi terkadang Anda mendengarkan orang lain dan itu adalah kesalahan, benar-benar kesalahan besar."
Powell, yang diangkat kembali di era Joe Biden, telah lama menjadi sasaran kritik Trump. Trump secara konsisten mendorong suku bunga rendah dan mematahkan tradisi puluhan tahun dengan mempertanyakan independensi Federal Reserve.
Namun, langkah Trump untuk menempatkan Warsh mungkin akan terhambat. Senator Thom Tillis, politisi Republik dari North Carolina, berjanji akan memblokir konfirmasi The Fed selama pemerintahan Trump masih melanjutkan penyelidikannya terhadap Jerome Powell.
(bbn)
































