Puluhan personel TNI tampak sibuk memisahkan kayu-kayu bekas rumah untuk kemudian disiapkan pembangunan ulang. Debu beterbangan di udara, namun pekerjaan terus berjalan dengan penuh kehati-hatian.
Di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, TNI juga melaksanakan pembersihan rumah milik Ibu Afasah. Lumpur masih menumpuk di sebagian besar ruangan rumah. Dengan cangkul dan sekop, personel TNI tak kenal lelah memindahkan lumpur ke tempat pembuangan. Suasana hangat pun tercipta, saat para prajurit membersihkan lumpur sambil berbincang ringan dan mendengarkan alunan musik sederhana yang menemani kerja mereka.
Tak jauh dari lokasi tersebut, rumah milik Nek Nuriyah juga menjadi sasaran pembersihan. Rumah bercat hijau itu perlahan mulai memperlihatkan lantai dasarnya setelah sisa-sisa lumpur dibersihkan oleh personel TNI. Setiap sekop lumpur yang diangkat membawa harapan baru bagi sang pemilik rumah.
Selain itu, pembersihan juga dilakukan di rumah Ibu Cut Putri, yang masih dipenuhi lumpur basah di setiap ruangan. Dengan mengenakan sepatu boot, personel TNI terus menyekop lumpur tanpa mengenal lelah.
Kehadiran TNI menjadi bukti nyata bahwa negara selalu hadir di tengah rakyat, khususnya saat masa sulit, demi mempercepat pemulihan dan mengembalikan harapan masyarakat Aceh.
(red)






























