Kedua, adalah memastikan proses percepatan demutualisasi BEI untuk dilakukan pada tahun ini demi mencegah praktik pasar modal yang tidak sehat.
Hal ini diharapkan dapat membuka keran investasi di pasar modal, termasuk menjaga konflik kepentingan di lingkungan otoriitas pasar modal Tanah Air.
"Ini transformasi struktural di mana mengurangi benturan kepentingan di BEI antara pengurus bursa dengan anggota bursa, dan mencegah praktik pasar yang tidak sehat," tutur dia.
Ketiga, menaikkan persentase limit investasi untuk sejumlah perusahaan dana pensiun (dapen) dan asuransi menjadi 20% dari semula yang dibatasi hanya mencapai 8% dari total dana kelolaan.
Kejatuhan IHSG
Sebelumnya, IHSG sempat mengalami penurunan drastis pada Rabu lalu, dengan penurunan mencapai lebih dari 8%, dan menyebabkan penghentian sementara perdagangan atau trading halt.
Saat itu, IHSG ditutup di posisi 8.320,55 atau turun 7,55%. Kemudian, pada hari selanjutnya atau Kamis (29/1/2026), IHSG kembal jatuh lebih dari 8% ke level 7.600-an, dan menyebabkan trading hal selama 2 hari beruntun.
Kejatuhan IHSG itu tak lain disebabkan oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). MSCI menyoroti kekhawatiran investor global terkait transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia, meskipun terdapat perbaikan minor pada data free float yang disampaikan oleh BEI.
MSCI juga menilai data kepemilikan saham dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) belum cukup bisa diandalkan dan peningkatan data dari BEI belum mengatasi masalah fundamental terkait investability dan pembentukan harga yang wajar.
Namun, usai langkah perbaikan pemerintah dan self regulatory saat ini, IHSG kembali mengalami rebound. Pada Jumat (30/1/2026) per pukul 14.50 WIB, IHSG naik 0,29% ke level 8.255,96.
(lav)






























