Logo Bloomberg Technoz

Poin-poin Arahan Prabowo Demi Pasar Modal RI Bangkit Lagi

Sultan Ibnu Affan
30 January 2026 16:10

Susana gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), penyelenggara pasar modal di Indonesia dari area outdoor. (Dok: Rosa Panggabean/Bloomberg)
Susana gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), penyelenggara pasar modal di Indonesia dari area outdoor. (Dok: Rosa Panggabean/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan beberapa arahan sebagai upaya respons cepat dalam mengatasi gejolak indeks harga saham gabungan (IHSG) selama 2 hari beruntun atau sejak Rabu (28/1/2026) hingga Kamis (29/1/2026) kemarin.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di kantor pusat BPI Danantara, Jakarta, hari ini, Jumat (30/1/2026).

Airlangga mengatakan, arahan pertamanya adalah meminta otoritas pasar modal nasional untuk mengubah aturan ketentuan peredaran saham publik dari semula 7,5% menjadi 15%.


"Ini sebetulnya setara dengan berbagai negara, karena Indonesia, namun masih rendah dibandingkan Malaysia yang 25%, Hong Kong 25%, Jepang 25%, Thailand sama dengan Indonesia," ujar Airlangga.

"Jadi kita ambil angka yang relatif lebih terbuka dan tata kelola lebih baik."