Logo Bloomberg Technoz

Juru bicara Google mengonfirmasi partisipasi perusahaan dalam putaran pendanaan tersebut, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Redwood pada November melakukan PHK puluhan pekerja — setara dengan sekitar 5% hingga 6% dari total karyawannya — saat perusahaan semakin fokus pada pemenuhan permintaan baterai penyimpanan energi berskala jaringan.

Pendanaan terbaru ini bertujuan untuk mempercepat implementasi penyimpanan energi, sekaligus mendukung bisnis mineral kritis dan daur ulang, kata perusahaan dalam pernyataannya.

Didirikan oleh Straubel pada tahun 2017, Redwood awalnya berfokus pada misi untuk mengamankan komponen kritis rantai pasokan baterai kendaraan listrik dengan mendaur ulang paket baterai yang sudah kadaluarsa dari EV tua dan perangkat elektronik konsumen. 

Perkembangan penjualan kendaraan listrik di AS yang tidak memenuhi ekspektasi dan pemerintahan Trump yang menghapus insentif, membuat perusahaan kini berupaya memenuhi permintaan akan energi bersih dan andal untuk menggerakkan pusat data yang mendukung kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). 

“Dengan lonjakan permintaan listrik — yang didorong oleh kecerdasan buatan, pusat data, manufaktur, dan elektrifikasi — penyimpanan energi tidak lagi opsional; ini adalah infrastruktur yang esensial,” kata Redwood dalam pernyataannya.

Google, bersama perusahaan seperti Amazon.com Inc. dan Microsoft Corp., melakukan investasi untuk memastikan akses ke lebih banyak listrik untuk pusat data. Alphabet pada Desember setuju untuk membeli pengembang energi bersih Intersect Power LLC seharga US$4,75 miliar tunai, plus utang.

(bbn)

No more pages