CEO Amazon Andy Jassy berulang kali menegaskan tekadnya untuk memangkas lapisan manajemen dan menyederhanakan birokrasi. Hal ini menjadi perhatian serius jajaran eksekutif setelah lonjakan perekrutan besar-besaran yang dilakukan selama era pandemi. Tahun lalu, Jassy juga telah memperingatkan karyawan bahwa adopsi AI akan memperkecil jumlah tenaga kerja seiring dengan langkah Amazon mengotomatisasi lebih banyak operasionalnya.
Hingga 30 September 2025, Amazon mempekerjakan sekitar 1,57 juta orang secara global, dengan mayoritas bekerja di gudang. Jumlah karyawan korporat tercatat sekitar 350.000 orang, sehingga gelombang PHK terbaru ini setara dengan sekitar 4,6% dari total tenaga kerja korporat perusahaan.
(bbn)
No more pages
































