Logo Bloomberg Technoz

Selain kesiapsiagaan alat kesehatan, Menkes Budi menjelaskan, virus Nipah merupakan penyakit menular yang saat ini banyak ditemukan di kawasan Asia Selatan, terutama India dan Bangladesh. Ia menyebut virus tersebut memiliki tingkat kematian yang tinggi sehingga perlu diwaspadai.

“Di Thailand kan sudah, virus Nipah itu banyaknya di India sama Bangladesh. Ini memang fatality rate-nya tinggi,” kata Budi.

Menurutnya, virus Nipah berasal dari hewan kelelawar dan dapat menular melalui makanan atau buah yang terkontaminasi. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati terutama dalam mengonsumsi buah yang berpotensi tersentuh kelelawar.

“Dia berasal dari kelelawar. Jadi kalau misalnya, jangan buat yang kemungkinan tersentuh oleh kelelawar ini,” ujarnya.

Menkes juga memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya bagi yang hendak bepergian ke wilayah Asia Selatan seperti India atau Bangladesh.

“Kalau misalnya mau travel ke daerah Asia Selatan, India atau Bangladesh…” ucapnya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan langkah pencegahan kesehatan selama perjalanan, termasuk menjaga kebersihan makanan dan menghindari konsumsi buah yang tidak dipastikan kebersihannya serta memakai masker.

Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan situasi global terkait virus Nipah serta meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah masuknya penyakit tersebut ke Indonesia.

(dec)

No more pages