Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Stabil Didukung Pelemahan Dolar AS & Sentimen Pasar

News
23 January 2026 07:40

Anjungan minyak lepas pantai./dok. Bloomberg
Anjungan minyak lepas pantai./dok. Bloomberg

Yongchang Chin - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak dunia terpantau stabil seiring membaiknya minat investor terhadap aset berisiko (risk-on) dan melemahnya nilai tukar dolar AS. Faktor-faktor ini berhasil mengimbangi kekhawatiran pasar terhadap melimpahnya pasokan minyak di Amerika Serikat dan wilayah lainnya.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) bertahan di kisaran US$60 per barel dan berada di jalur kenaikan mingguan kelima berturut-turut, sementara Brent ditutup mendekati level US$64. Data ekonomi yang dirilis pada Kamis (22/1) menunjukkan bahwa ekonomi AS tumbuh lebih tinggi dari perkiraan awal pada kuartal ketiga. Kondisi ini membuat mata uang AS merosot, sehingga komoditas menjadi lebih murah bagi pembeli di luar negeri.


Sentimen positif juga datang dari China, importir minyak mentah terbesar di dunia. Gubernur Bank Sentral China (PBOC) Pan Gongsheng memberikan sinyal adanya ruang untuk memangkas suku bunga lebih lanjut serta menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem perbankan guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan kantor berita resmi Xinhua.

Harga minyak mentah mulai merangkak naik bulan ini, setelah sempat anjlok pada tahun 2025 akibat kekhawatiran akan banjir pasokan global. Kelebihan pasokan ini dipicu oleh peningkatan produksi dari negara-negara OPEC+ serta produsen di luar aliansi tersebut. Awal pekan ini, Badan Energi Internasional (IEA) menegaskan kembali proyeksinya bahwa produksi tahun ini akan melampaui permintaan dengan selisih yang lebar, sehingga meningkatkan cadangan stok dunia.