Logo Bloomberg Technoz

Paguyuban Lender DSI Klaim Total Kerugian Korban Capai Rp1,4 T

Farid Nurhakim
16 January 2026 07:40

Ilustrasi Dana Syariah Indonesia (Diolah)
Ilustrasi Dana Syariah Indonesia (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Paguyuban Lender Dana Syariah Indonesia (DSI) Ahmad Pitoyo mengklaim perkiraan total kerugian para pemberi pinjaman atau lender mencapai Rp1,4 triliun. Hal ini terkait dugaan kasus gagal bayar di perusahaan financial technology peer-to-peer lending (fintech P2P lending) atau pinjaman online (pinjol) PT Dana Syariah Indonesia. Angka tersebut diperoleh dari kurang lebih 4.898 orang yang diklaim sebagai korban. 

“Di mana yang tergabung dengan paguyuban per tanggal 14 [Januari 2026], itu terekap 1,408 triliun dengan jumlah lender 4.898 orang. Nah inilah, kami hampir 95% tergabung di dalam paguyuban,” ujar Ahmad  di DPR, Kamis (15/01/2026).

Dia menuturkan, jumlah lender aktif sekitar 14.097 orang. Lalu, PT Dana Syariah Indonesia memiliki sisa kewajiban yang belum dibayarkan atau outstanding mencapai Rp1,47 triliun.


 “Di samping kami dalam kegalauan dan kesedihan, tentu ini menjadi tragedi kemanusiaan buat kami ya. Karena di mana lender itu salah satunya adalah banyaknya pensiunan, terus banyaknya orang-orang ngambil pensiun dini, kena PHK [pemutusan hubungan kerja], uangnya ditaro di situ,” ucap dia.

 Meski begitu, kata dia, pihaknya bersyukur pada 28 Oktober 2025 lalu mereka difasilitasi pertemuan antara perwakilan dari Paguyuban Lender DSI dan Direktur Utama PT Dana Syariah Indonesia Taufiq Aljufri. Dalam forum tersebut, Ahmad mengeklaim terjadi kesepakatan untuk membuat suatu proposal pengembalian dana dari pihak DSI. 

Artikel Terkait