Terkait perbedaan kondisi antarnegara, Piprim menilai kasus penarikan produk di China belum tentu memiliki keterkaitan langsung dengan situasi di Indonesia. Faktor regulasi, distribusi, hingga produksi bisa berbeda di tiap negara.
“Sejauh ini saya kira di Indonesia belum ada laporan serupa dengan di China. Jadi kejadiannya mungkin berbeda negara, mungkin berbeda juga kasusnya,” jelasnya.
Piprim menambahkan, hingga kini BPOM belum mengeluarkan peringatan resmi terkait produk susu Nestlé yang beredar di dalam negeri. Hal tersebut menjadi dasar bahwa situasi di Indonesia masih dalam kondisi aman.
“Sejauh ini dari Badan POM enggak ada peringatan apa-apa,” ucapnya.
Meski begitu, IDAI mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk tetap waspada namun tidak bereaksi berlebihan. Informasi yang beredar diharapkan disikapi secara bijak dengan mengacu pada keterangan resmi dari otoritas terkait.
“Saya kira mudah-mudahan kita tetap waspada tapi juga jangan menimbulkan kepanikan, karena kejadian di China mungkin memang berbeda dengan yang di Indonesia,” pungkas Piprim.
Isu ini mencuat setelah otoritas Tiongkok mendesak Nestlé SA untuk bergerak cepat menarik kembali (recall) produk susu formula bayi di daratan China yang diduga berpotensi terkontaminasi. Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar Tiongkok menegaskan Nestlé memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi hak dan kepentingan konsumen di negara tersebut.
Pernyataan dari China muncul usai perusahaan makanan asal Swiss itu memperluas penarikan produk susu formula bayi. Jika sebelumnya recall hanya dilakukan di Eropa, kini cakupannya meluas ke Asia dan Amerika karena kekhawatiran adanya kontaminasi cereulide.
Cereulide merupakan racun yang dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan, termasuk gejala muntah. Penarikan sukarela ini mencakup sejumlah batch produk nutrisi bayi, di antaranya merek BEBA dan Alfamino.
Dalam pernyataan terpisah di situs web Nestlé China, perusahaan mengumumkan penarikan sukarela terhadap 41 batch susu formula bayi impor dari Eropa yang dipasarkan di daratan China.
Nestlé menegaskan belum ada laporan keluhan kesehatan, namun mengimbau orang tua untuk tidak memberikan produk tersebut kepada anak-anak mereka.
Selain di China daratan, produk terdampak juga ditarik dari peredaran di Hong Kong. Pusat Keamanan Pangan Hong Kong dilaporkan telah melakukan penyelidikan lanjutan terkait temuan tersebut.
(dec/spt)































