Logo Bloomberg Technoz

Integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yang memungkinkan robot melakukan tugas-tugas kompleks, telah meningkatkan adopsi mesin-mesin tersebut di berbagai bidang, mulai dari manufaktur dan logistik hingga kesehatan dan layanan pelanggan, menurut laporan tersebut, yang menyebut bahwa perusahaan robot sedang berinvestasi besar-besaran dalam model AI terdepan.

Robot humanoid buatan China lebih murah dibandingkan model buatan Barat, dengan Unitree menawarkan model entry-level US$6.000 dan AgiBot mematok harga sekitar US$14.000 untuk versi yang lebih ringkas. 

Sebagai perbandingan, Chief Executive Officer Tesla, Elon Musk, sebelumnya memberikan kisaran harga US$20.000 hingga US$30.000 untuk robot humanoid Optimus perusahaan tersebut, yang belum mencapai produksi massal.

Ketertarikan dunia atas AgiBot meningkat setelah CEO Nvidia Corp., Jensen Huang, menyebut nama perusahaan tersebut dalam pidato di pameran dagang CES di Las Vegas pekan ini.

Tahun lalu, robot Unitree memukau penonton nasional selama Gala Festival Musim Semi negara tersebut, memicu ledakan dalam pengembangan dan investasi robot humanoid. Kebijakan dan dukungan infrastruktur China, seperti pusat pelatihan, telah membantu meningkatkan produksi, menurut Omdia. Jumlah perusahaan semacam itu di China telah melebihi 150, bahkan memicu peringatan risiko gelembung dari pembuat kebijakan.

Omdia memperkirakan pengiriman robot humanoid global akan mencapai 2,6 juta unit pada 2035, didorong oleh faktor-faktor seperti model AI, tangan yang lincah, dan pembelajaran mandiri. Laporan firma riset ini mencakup robot humanoid berdua kaki serta produk berbasis roda dengan bagian atas tubuh yang menyerupai manusia.

(bbn)

No more pages