Rosan menegaskan kedua proyek itu bakal menjadi bagian dari program hilirisasi prioritas yang akan diresmikan bulan ini.
“Bauksit, refinery aluminium di Mempawah yang saya ingat ya,” tuturnya.
Proyek Inalum
Adapun, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum belakangan tengah menggarap keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID) untuk SGAR Mempawah Fase II dan smelter aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat.
Inalum sebelumnya telah menyelesaikan proyek pembangunan SGAR Mempawah Fase I pada 2024 lalu dengan kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun.
Sementara itu, SGAR Mempawah Fase II diproyeksikan mulai produksi pada 2028 untuk mengimbangi investasi baru Inalum di smelter aluminium di Mempawah di tahun yang sama.
Rencanannya, proyek smelter aluminium yang akan berdiri berdekatan dengan dua pabrik alumina itu bakal menghasilkan 600.000 ton aluminium per tahun.
Inalum juga tengah menjajaki mitra strategis untuk bergabung pada proyek SGAR dan smelter aluminium tersebut. Perusahaan pelat merah itu menargetkan mitra strategis didapat tahun ini.
(naw)





























