Pada Stasiun Kota, area konstruksi akan berada di area persimpangan Jalan Pintu Besar Selatan dan Jalan Asemka. Cakupan pekerjaan, antara lain struktur bawah tanah stasiun dan pintu masuk (entrance) disertai dengan pekerjaan arsitektur dan MEP pada tahap selanjutnya.
Pada area rencana pembangunan Stasiun Glodok, pelaksanaan manajemen rekayasa lalu lintas tetap dilaksanakan dengan konfigurasi lalu lintas pada tahap 3.2, yang mana lalu lintas untuk kedua arah menggunakan Jalan Gajah Mada (contraflow).
Waktu pelaksanaan tahap ini yang semula tanggal 21 September 2025 hingga 12 Maret 2026 akan diperpanjang hingga 13 Juli 2026.
Berikut perubahan arus lalu lintas Stasiun Kota - Stasiun Glodok:
Stasiun Kota (10 Januari—15 Juli 2026)
- Penggunaan badan Jalan (lalu lintas) di arah utara Jalan Pintu Besar Selatan yang sebelumnya menggunakan di sisi barat, akan dialihkan ke sisi timur, dengan konfigurasi satu jalur ke arah selatan dan satu jalur ke arah utara, hanya diberlakukan untuk TransJakarta, penghuni, dan konsumen toko di jalan Pintu Besar Selatan.
- Akan tetapi, apabila terjadi kepadatan lalu lintas, terutama pada Jalan Pancoran, maka Jalan Pintu Besar Selatan akan dibuka untuk umum secara situasional.
- Pada sisi Barat Jalan Pintu Besar Selatan tetap difungsikan terbatas untuk kendaraan kecil bagi penghuni dan pengunjung toko, dari arah selatan menuju ke utara.
- Di area persimpangan jalan Asemka (flyover) menuju arah Jalan Jembatan Batu akan terjadi penyempitan, dikarenakan ada area pekerjaan. Konfigurasi jalan yang sebelumnya tiga lajur dari arah barat akan menyempit menjadi dua lajur di area persimpangan.
- Di area persimpangan menuju jalan Asemka (flyover) dari arah Jalan Jembatan Batu akan terjadi penyempitan, dan arah laju kendaraan akan bergeser sedikit ke arah kanan (median jalan) di area persimpangan.
Stasiun Glodok (Sampai dengan 13 Juli 2026)
Lalu lintas kedua arah menggunakan Jalan Gajah Mada atau contraflow.
(ell)





























