Juru bicara Reliance belum membalas email yang meminta untuk mengomentari laporan ini.
India menghadapi pengawasan dari Presiden Donald Trump dan anggota utama pemerintahannya terkait perdagangan minyaknya dengan Rusia—kritik yang dibalas dengan penolakan publik.
Ketidakpastian ini telah menyebabkan perusahaan pengolah minyak negara tersebut mengurangi pembelian mereka, di mana impor turun ke level terendah dalam tiga tahun terakhir pada bulan lalu.
Menurut data Kpler, Reliance, yang dikendalikan oleh miliarder Mukesh Ambani, menjadi pembeli minyak mentah Rusia terbesar di dunia selama sebagian besar periode 2024 hingga 2025. India dan China menjadi pasar utama untuk aliran minyak dari produsen OPEC+ setelah negara lain menghindari energinya, imbas perang di Ukraina.
Kargo minyak yang baru-baru ini dibeli Reliance disuplai oleh pedagang Alghaf Marine DMCC, Redwood Global Supply FZ LLC, RusExport, dan Ethos Energy. Alghaf Marine dan Redwood Global dikenai sanksi oleh Inggris. Alghaf merupakan perusahaan penerus cabang Timur Tengah dari Litasco, divisi perdagangan Lukoil.
Pengiriman minyak Rusia ke kompleks kilang Jamnagar Reliance anjlok menjadi sekitar 270.000 barel per hari pada Desember, atau kurang dari 20% dari total impor dari sumber global. Angka ini turun dibandingkan periode Januari hingga November, ketika minyak Rusia menyumbang lebih dari 40%.
Reliance bukan satu-satunya perusahaan penyulingan India yang membeli minyak mentah Rusia. Perusahaan milik negara Indian Oil Corp dan Bharat Petroleum Corp juga membeli kargo dari penjual yang tidak terkena sanksi. Mereka tertarik oleh diskon besar, margin penyulingan yang tipis, dan ketidakpastian seputar status negosiasi perdagangan dengan Washington.
(bbn)

































