Logo Bloomberg Technoz

Anggota Dewan Gubernur The Fed Christopher Waller meningkatkan sentimen dengan sinyal mendukung pemotongan suku bunga bulan depan. Optimisme yang kembali menguat ini memicu rebound, dan beberapa investor memandang koreksi November sebagai persiapan reli Desember.

"Banyak kekhawatiran pada November tentang AI dan pasar tenaga kerja yang merosot ternyata tidak terbukti," kata David Laut, kepala investasi di Kerux Financial. "Hal iini menunjukkan bahwa kita melihat penurunan pasar tradisional dalam beberapa pekan terakhir, bukan awal dari koreksi lebih dalam."

S&P 500 Menguat Kembali dari Rata-Rata Pergerakan 100 Hari. (Bloomberg)

Pernyataan Waller senada dengan pejabat The Fed lainnya, termasuk Gubernur The Fed San Francisco, Mary Daly, yang juga menyuarakan mendukung penurunan suku bunga pada Desember dalam wawancara, Senin.

Gubernur The Fed New York, John Williams juga menggerakkan pasar pada Jumat, setelah menyatakan bahwa pemotongan suku bunga dalam waktu dekat masih dipertimbangkan. Karena pertemuan The Fed Desember sebagai titik balik utama berikutnya, investor menganalisis data ekonomi yang sudah usang di tengah penundaan akibat penutupan pemerintah AS baru-baru ini.

Menjelang Thanksgiving dan Black Friday, data penjualan ritel September yang akan dirilis pada Selasa (25/11/2025) diperkirakan akan menunjukkan perlambatan karena konsumen masih terbebani harga tinggi. 

Data lain yang akan dirilis pekan ini termasuk indeks harga produsen dan pesanan barang tahan lama September. Klaim pengangguran pada Rabu, yang mencakup survei minggu November, akan semakin penting karena The Fed mengandalkan indikator alternatif akibat ketidakadaan data penggajian.

"Tanda-tanda semakin jelas bahwa ekonomi masih lesu, yang akan memberi penekanan tambahan pada rilis data penjualan ritel pekan ini, meski sekali lagi datanya akan sedikit historis," kata Richard Hunter, kepala pasar di Interactive Investor. "Akan ada harapan bahwa sentimen yang baru-baru ini hati-hati setidaknya untuk sementara terhapus."

Di Asia, Syngenta Group sedang mempertimbangkan penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong, menurut sumber Bloomberg. Perusahaan teknologi pertanian milik China ini sedang mengadakan pembicaraan awal dengan penasihat keuangan dan mungkin akan mencatatkan sahamnya di Hong Kong tahun depan, lebih dari setahun setelah membatalkan rencana IPO senilai US$9 miliar di Shanghai.

Di pasar lain, Bitcoin membalikkan penurunan sebelumnya, sementara harga minyak naik setelah berfluktuasi antara kenaikan dan penurunan tipis hampir sepanjang sesi karena pelaku pasar mempertimbangkan prospek kesepakatan damai antara Ukraina dan Rusia.

Beberapa pergerakan utama di pasar:

Saham

  • Nikkei 225 naik 1,7% pada pukul 07.20 waktu Tokyo
  • Hang Seng naik 0,6%
  • S&P/ASX 200 naik 0,4%

Mata Uang

  • Indeks Dolar Spot Bloomberg sedikit berubah
  • Euro sedikit berubah ke level US$1,1521
  • Yen Jepang sedikit berubah menjadi 156,87 per dolar
  • Yuan offshore sedikit berubah menjadi 7,1064 per dolar
  • Dolar Australia naik sedikit menjadi US$0,6464

Kripto

  • Bitcoin naik 0,2% menjadi US$88.938,89
  • Ether sedikit berubah menjadi US$2.961,99

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi Australia 10 tahun turun dua basis poin menjadi 4,43%

(bbn)

No more pages