Kebutuhan Batu Bara RI 2026 Diramal Stabil, DMO Bisa Tak Berubah
Azura Yumna Ramadani Purnama
24 November 2025 10:20

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri tambang memprediksi volume domestic market obligation (DMO) batu bara tidak akan diubah pada 2026, meskipun terdapat rencana memperlebar porsi wajib pasok domestik sejalan dengan wacana pemangkasan produksi batu bara Indonesia pada tahun depan.
Ketua Badan Kejuruan Pertambangan Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) Rizal Kasli berpendapat opsi pelebaran porsi DMO memang harus dilakukan jika pemerintah serius ingin memangkas produksi batu bara.
Alasannya, jika porsi DMO tetap 25% ketika produksi dipangkas, volume DMO batu bara akan menurun sehingga tidak akan mencukupi kebutuhan dalam negeri.
“Misalnya selama ini ditetapkan 25% untuk DMO dari total produksi batu bara setiap perusahaan. Kalau produksinya 850 juta ton, berarti DMO-nya 212.5 juta ton. Namun, kalau produksi yang direncanakan pemerintah turun misalnya ke angka 750 juta ton dan kebutuhan DMO 230 juta ton, maka DMO yang harus ditetapkan adalah 30% dari total produksi,” kata Rizal ketika dihubungi, Senin (24/11/2025).
“Bukan persentasenya yang jadi patokan, tetapi kebutuhan dan tingkat produksi yang diinginkan,” tegas dia.
































