Sebelumnya, rencana penyertaan modal PT Danantara Asset Management (DAM) ke GIAA mengalami penyesuaian besar. Berdasarkan prospektus terbaru, nilai investasi yang semula sebesar US$1,8 miliar kini direvisi menjadi US$1,4 miliar atau sekitar Rp23,67 triliun.
Penurunan nilai investasi tersebut berdampak pada komposisi penggunaan dana serta jumlah saham baru yang akan diterbitkan. Dari rencana awal sekitar 407 miliar saham, Garuda kini hanya akan menerbitkan 315 miliar saham baru.
Dalam keterangannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Garuda menyampaikan bahwa revisi ini disesuaikan dengan nilai penyertaan modal terbaru dari Danantara.
“Dengan nilai penyertaan modal dari semula sebesar US$1,8 miliar menjadi US$1,4 miliar, terdapat pula penyesuaian pada rencana penggunaan dana yang kini tidak lagi mencakup ekspansi armada,” tulis manajemen, dikutip Senin (10/11/2025).
Dari total penyertaan senilai US$1,4 miliar, sekitar **Rp17 triliun** akan disetorkan dalam bentuk modal tunai, sedangkan Rp6,6 triliun berasal dari konversi utang shareholder loan (SHL) yang sebelumnya diberikan Danantara kepada Garuda.
Sebagian besar dana tunai kini akan diarahkan untuk memperkuat likuiditas dan mendukung operasional grup, terutama anak usaha Citilink Indonesia yang masih menghadapi tekanan finansial dan operasional.
Berdasarkan dokumen perusahaan, sekitar 63% dari total dana PMTHMETD atau Rp14,96 triliun akan dialokasikan ke Citilink, sedangkan Rp8,7 triliun digunakan oleh induk usaha untuk kebutuhan operasional dan perawatan pesawat.
Sebelumnya, Garuda sempat meminta tambahan 15 unit pesawat kepada Danantara pada pertengahan tahun. CEO Danantara Rosan Roeslani kala itu menyatakan bahwa permintaan tersebut masih dalam tahap evaluasi.
Terakhir, Direktur Niaga Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim mengungkapkan bahwa perusahaan berencana menambah tujuh pesawat baru hingga akhir 2025 guna memperluas pangsa pasar domestik. Tambahan tersebut melengkapi lima armada baru yang sudah datang lebih dahulu sepanjang tahun, sehingga total Garuda akan menambah 12 pesawat baru, jumlah tertinggi sejak pandemi Covid-19.
“Targetnya sampai akhir tahun ini ada tujuh pesawat tambahan. Kami masih terus berkoordinasi agar proses pengiriman atau delivery pesawat bisa dipastikan selesai tahun ini,” ujar Reza di Gedung DPR/MPR, Senayan, Senin (22/9/2025).
(dhf)

























