Logo Bloomberg Technoz

Data Oktober Hilang akibat Shutdown, Prospek Ekonomi AS 'Suram'

News
12 November 2025 12:40

Kevin Hassett berbicara kepada media di luar Gedung Putih pada Mei 2025. (Fotografer: Stefani Reynolds/Bloomberg)
Kevin Hassett berbicara kepada media di luar Gedung Putih pada Mei 2025. (Fotografer: Stefani Reynolds/Bloomberg)

Molly Smith dan Skylar Woodhouse - Bloomberg News

Bloomberg, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Gedung Putih, Kevin Hassett mengatakan penutupan (shutdown) pemerintah paling lama dalam sejarah AS ini berarti beberapa data ekonomi yang seharusnya dihimpun pada Oktober mungkin tidak akan pernah tercatat, sehingga sulit untuk mengetahui gambaran komprehensif terkait kondisi ekonomi AS.

"Saya diberi tahu bahwa beberapa survei sebenarnya tidak pernah selesai, jadi kita mungkin tidak akan pernah tahu apa yang terjadi pada bulan itu," kata Hassett kepada CNBC, Selasa. "Kita akan menghadapi situasi yang sedikit kabur untuk sementara waktu sampai lembaga-lembaga data pemerintah kembali beroperasi."


Lembaga statistik, termasuk Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) dan Biro Sensus, tidak dapat mengumpulkan data selama shutdown. Akibatnya, laporan-laporan yang bergantung pada metode pengumpulan manual menjadi sangat rentan. 

Ada risiko yang semakin besar bahwa BLS tidak akan dapat menerbitkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Oktober, indikator inflasi yang populer. Ekonom juga khawatir akan survei rumah tangga lain yang mencerminkan tingkat pengangguran.