Hal ini menegaskan statusnya sebagai produk nasional yang dilindungi, mencegah negara lain mengklaim atau menggunakan nama tersebut.“Perpanjangan GI itu seperti cap paspor bagi Musang King,” kata Chan.
“Itu membuktikan bahwa durian ini benar-benar berasal dari Malaysia. Kita semua bisa bangga, karena para petani dan produsen kita telah membangun merek global dari akar lokal.”
Usulan Hari Durian Nasional akan bertepatan dengan puncak musim durian. Chan membayangkan adanya festival, kunjungan ke kebun, pameran, dan berbagai acara yang merayakan buah ini beserta orang-orang di baliknya.
“Itu akan menjadi hari bagi semua orang – mulai dari pekerja kebun hingga para pencinta durian – untuk merayakan apa yang membuat durian kita istimewa. Dan tentu saja, untuk sedikit memanjakan diri juga,” ujarnya.
Direktur Jenderal Departemen Pertanian, Nor Sam Alwi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima permohonan resmi dari DMA yang diajukan melalui Kementerian Pertanian dan Keamanan Pangan pada 8 September.
Ia mengatakan bahwa setiap keputusan untuk menetapkan suatu buah sebagai buah nasional akan memerlukan kajian komprehensif dan pertimbangan menyeluruh oleh berbagai lembaga pemerintah.
“Faktor-faktor seperti dampak sosial ekonomi, nilai ekspor, warisan budaya, penerimaan masyarakat, serta pentingnya buah tersebut bagi industri pertanian nasional akan dipertimbangkan.
“Kementerian saat ini sedang meninjau hal ini bersama departemen dan lembaga terkait untuk memastikan setiap keputusan diambil secara bijak dan menyeluruh,” katanya kepada The Star.
Saat ini, lanjutnya, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah yang menetapkan durian sebagai buah nasional, dan belum ada penetapan resmi bulan Juli sebagai Hari Durian Nasional.
“Apabila usulan tersebut disetujui di masa mendatang, pengumuman resmi akan dilakukan oleh kementerian setelah memperoleh persetujuan pemerintah,” tambahnya.
(spt)































