Di perdagangan intraday, harga emas bahkan sempat ambruk sampai 3,4%.
Pekan lalu, harga emas menembus rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$ 4.380/troy ons. Namun selepas itu, harga sang logam mulia berada dalam tren negatif.
Maklum. harga aset ini sudah naik gila-gilaan. Buktinya, sepanjang 2025 (year-to-date), harga emas masih membukukan kenaikan 45,24%. Harga emas menuju kenaikan tahunan tertinggi sejak 1979.
“Emas sedang mengalami fase koreksi, dengan penyebab utama kali ini adalah perkembangan positif di sisi perdagangan. Mungkin kita sudah menyaksikan harga emas berada di pucuk tahun ini dan butuh waktu untuk bangkit dari koreksi karena pelaku pasar kini sudah lebih berhati-hati,” sebut Ole Hansen, Head of Commodities Strategy di Saxo Bank, seperti dikutip dari Bloomberg News.
John Reade, Market Strategist di World Gold Council, menilai harga emas di level US$ 3.500/troy ons adalah level yang sehat. “Level tersebut tetap sangat tinggi,” ujarnya, juga dilansir Bloomberg News.
(aji)
























