Logo Bloomberg Technoz

“Dengan persetujuan Yang Mulia Raja, kami merasa saya harus melangkah lebih jauh. Oleh karena itu, saya tidak akan lagi menggunakan gelar maupun kehormatan yang pernah diberikan kepada saya. Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, saya dengan tegas menyangkal semua tuduhan terhadap saya,” tambahnya.

Keputusan untuk melepaskan gelar tersebut diambil setelah melalui pembahasan dengan anggota senior keluarga kerajaan. Sumber istana menyebut Raja Charles menyambut baik hasil keputusan itu.

Karier Militer dan Jatuhnya Reputasi

Andrew, kini berusia 65 tahun dan berada di urutan kedelapan pewaris takhta Inggris, dulunya dikenal sebagai perwira angkatan laut yang karismatik. Ia pernah bertugas dalam Perang Falklands antara Inggris dan Argentina pada awal 1980-an.

Namun kariernya di ranah publik mulai meredup pada 2011 ketika ia mundur dari jabatan duta perdagangan Inggris, sebelum akhirnya berhenti dari seluruh tugas kerajaan pada 2019. Pada 2022, ia juga dicabut dari seluruh gelar militer dan patronase kerajaan setelah muncul tuduhan pelecehan seksual—yang selalu ia bantah.

Tahun yang sama, Andrew menyelesaikan gugatan hukum dari Virginia Giuffre, yang menuduhnya melakukan pelecehan seksual saat ia masih remaja. Giuffre, yang meninggal pada April lalu, sempat mengisahkan ulang pengalamannya dalam memoar yang baru dirilis. Dalam bukunya, Giuffre menyebut Andrew merasa “berhak” berhubungan dengannya karena status kebangsawanannya, seperti dikutip harian The Guardian.

“Masalah ini tampaknya tak kunjung selesai,” kata penulis biografi kerajaan Robert Hardman kepada BBC. “Tampaknya pihak istana dan Pangeran Andrew sepakat bahwa perlu ada jarak yang lebih jelas.”

“Ia ingin terlihat proaktif dan mencoba mendapatkan kembali sedikit martabat dari situasi ini,” tambah Hardman.

Berdasarkan survei terbaru YouGov, 67% warga Inggris mendukung pencabutan seluruh gelar kerajaan Andrew, sementara hanya 13% yang menolak. Dalam jajak pendapat terpisah, hanya 5% responden menyatakan memiliki pandangan positif terhadapnya.

Andrew sebelumnya sudah berhenti menggunakan sebutan “His Royal Highness”. Meski demikian, ia masih berstatus sebagai pangeran dan tetap tinggal di Royal Lodge, sebuah kediaman besar di kawasan Windsor Castle, sebelah barat London.

Namun, ia tidak lagi diundang dalam pertemuan tahunan keluarga kerajaan saat Natal di Sandringham, Inggris timur.

Putrinya, Putri Beatrice dan Putri Eugenie, tidak akan terdampak keputusan ini. Namun, mantan istrinya, Sarah Ferguson, juga akan kehilangan gelar Duchess of York.

Pada September lalu, beberapa lembaga amal memutus hubungan dengan Ferguson setelah terungkap bahwa ia pernah menyebut Epstein sebagai “teman sejati” dalam sebuah email—tiga tahun setelah Epstein mengaku bersalah atas dakwaan prostitusi di Florida pada 2008 dan terdaftar sebagai pelaku kejahatan seks.

Selain keterkaitan dengan Epstein, hubungan bisnis Andrew juga menuai kontroversi.

Pada Desember lalu, dokumen pengadilan menunjukkan bahwa seorang pengusaha Tiongkok yang sempat mewakili Andrew dalam mencari investor di negaranya telah dilarang masuk ke Inggris karena alasan keamanan nasional. Pengusaha tersebut—yang diduga agen intelijen China—bahkan sempat diundang ke pesta ulang tahun Andrew.

Langkah Bersejarah di Keluarga Kerajaan

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah anggota keluarga kerajaan yang aktif memang menurun, terutama setelah Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle mundur dari tugas-tugas resmi.

Meski gelar Andrew tidak sepenuhnya dicabut melainkan dinonaktifkan, sejarawan Anthony Seldon menyebut langkah ini sangat penting secara historis.

“Jika melihat sejarah, ini adalah langkah yang sangat signifikan,” ujar Seldon kepada BBC. “Terakhir kali seorang bangsawan senior kehilangan gelar dukedom adalah lebih dari seratus tahun lalu.”

(del)

No more pages