Kluivert - mantan bintang Barcelona dan Timnas Belanda - sejatinya terikat kontrak berdurasi dua tahun sejak ditunjuk pada Januari 2025. Patrick Kluivert memimpin Timnas Indonesia dalam 8 pertandingan resmi di berbagai ajang, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Laga Uji Coba Internasional (FIFA Matchday).
Selama masa kepemimpinan Kluivert, dalam 8 total pertandingan, timnas memperoleh 3 kali kemenangan, 1 seri, dan 4 kali kalah. Total gol yang diperoleh Timnas sebanyak 11 gol, dan kebobolan sebanyak 15 gol.
Kemenangan terbesar yang diperoleh timnas dibawah pengasuhan Kluivert saat melawan China Taipei sebesar 6-0. Sedangkan kekalahan terbesar saat menghadapi Jepang dengan kalah 0-6. Kemenangan kandang sebanyak 3 kali, dengan tanpa kemenangan laga tandang.
Di bawah kepemimpinan Kluivert, Timnas Indonesia memang berhasil mencapai putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, sebuah pencapaian tertinggi dalam sejarah kualifikasi Indonesia. Namun, harapan besar untuk melangkah lebih jauh terhenti setelah hasil minor dalam dua pertandingan penentu terakhir, termasuk kekalahan dari Arab Saudi dan Irak yang menempatkan Indonesia di juru kunci grup.
Sebelum pemecatan resmi ini, kritik tajam telah dialamatkan kepada pelatih berusia 49 tahun tersebut terkait strategi dan pemilihan pemain.
Kini, PSSI dituntut untuk bergerak cepat menentukan suksesor Kluivert. Kursi panas pelatih Timnas Indonesia senior, U-23, dan U-20 menjadi kosong, menandai babak baru dalam upaya PSSI untuk merumuskan arah strategis bagi sepak bola nasional di kancah internasional.
(dov/frg)




























