Logo Bloomberg Technoz

Perak adalah konduktor listrik yang sangat baik yang digunakan dalam papan sirkuit dan saklar, kendaraan listrik, baterai, dan panel surya. Perak juga digunakan dalam lapisan pelindung untuk perangkat medis. Seperti emas, perak masih menjadi bahan populer untuk pembuatan perhiasan dan koin.

Sebagai aset yang dapat diperdagangkan, perak lebih murah per ons dibandingkan emas, sehingga lebih terjangkau bagi investor ritel, dan harganya cenderung bergerak lebih tajam selama lonjakan harga logam mulia. 

China dan India tetap menjadi pembeli utama perak, berkat basis industri yang luas, populasi yang besar, dan peran penting perhiasan perak sebagai penyimpan nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.  

Pemerintah dan percetakan uang juga mengonsumsi jumlah besar perak untuk memproduksi koin logam mulia dan produk lainnya.

Harga Perak Melonjak Seiring Guncangan Pasar London (Bloomberg)

Apa yang membuat pasar perak unik?

Penggunaan perak yang beragam berarti harga pasarnya dipengaruhi oleh berbagai peristiwa, termasuk perubahan siklus manufaktur, suku bunga, dan bahkan kebijakan energi terbarukan. Ketika ekonomi global tumbuh, permintaan industri cenderung mendorong harga perak naik. Ketika resesi mendekat, investor sering kali masuk sebagai pembeli alternatif.

Pasar perak lebih tipis dibandingkan dengan emas. Volume perdagangan harian lebih kecil, persediaan lebih ketat, dan likuiditas dapat menguap dengan cepat. Hal itu bukan karena persediaan perak yang tersedia untuk diperdagangkan lebih sedikit daripada emas. Faktanya, sebaliknya: Ada sekitar 790 juta troy ons perak di brankas yang diawasi oleh London Bullion Market Association (LBMA), dibandingkan dengan 284 juta troy ons emas. Namun, perak jauh lebih murah per beratnya. Perak yang disimpan di London bernilai sekitar US$40 miliar, sementara emas bernilai US$1,1 triliun.  

Pendorong krisis perak baru?

Data LBMA menunjukkan persediaan perak di London — tulang punggung perdagangan global — telah turun sekitar sepertiga sejak pertengahan 2021, meninggalkan lebih sedikit logam yang tersedia untuk dipinjamkan atau dikirimkan. Permintaan global akan perak telah melampaui produksi tambang selama empat tahun berturut-turut, mengikis cadangan pasokan yang pernah disimpan di London.

Sementara itu, dana investasi yang didukung perak (silver-backed exchange-traded funds) menarik investasi baru, memaksa penyimpanan fisik untuk mengamankan batangan perak tepat saat pasokan tersedia semakin menipis.

Tarif impor AS yang diusulkan untuk logam tertentu pada awal tahun ini memperparah situasi, memicu pembelian spekulatif dan menguras persediaan lebih lanjut. Harga spot di London diperdagangkan dengan premi multi-tahun dibandingkan dengan kontrak berjangka di New York. 

Akibatnya, likuiditas terganggu dan terjadi perebutan untuk mendapatkan batangan perak.

Harga Perak Melonjak Lebih Tinggi dari Emas (Bloomberg)

Alasan permintaan dari India begitu tinggi?  

Musim perayaan di negara tersebut, yang mencapai puncaknya pada Diwali pada 20 Oktober, secara tradisional merupakan periode puncak untuk pembelian logam mulia. Impor perak telah hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu, karena perajin perhiasan berbondong-bondong restock di tengah melonjaknya harga logam mulia. 

Pembeli India kini membayar premi sebesar 10% atau lebih di atas harga acuan global, menunjukkan betapa ketatnya pasokan fisik saat ini. Permintaan ini telah mengalihkan lebih banyak logam dari brankas-brankas Barat, memperburuk tekanan pasokan.

Arti bagi industri yang bergantung pada perak?

Beberapa pedagang telah memesan ruang di penerbangan kargo transatlantik untuk batangan perak yang besar — metode pengiriman yang mahal yang biasanya disediakan untuk emas — untuk memanfaatkan selisih harga antara London dan New York. 

Bagi sektor seperti manufaktur panel surya, di mana pasta perak merupakan bahan baku kritis, harga tinggi yang berkelanjutan dapat mulai mengikis keuntungan dan mendorong upaya untuk mengganti komponen perak dengan logam lain. 

Sumber pasokan baru?

Produksi tambang global telah dibatasi oleh penurunan kualitas bijih dan keterbatasan pengembangan proyek baru. Meksiko, Peru, dan China — tiga produsen terbesar — semuanya menghadapi kendala mulai dari hambatan regulasi hingga pembatasan lingkungan. Memindahkan persediaan dari New York ke London mungkin dapat mengatasi krisis segera, tetapi hal itu tidak akan menyelesaikan defisit pasokan yang persisten. 

Apakah pasar akan menemukan keseimbangan — atau menghadapi gelombang pembelian panik lainnya — akan bergantung pada seberapa cepat pasokan baru dapat mencapai gudang. 

(bbn)

No more pages