Pemerintah Israel merilis nama tujuh sandera pertama yang dibebaskan — seluruhnya laki-laki, enam di antaranya berusia 20-an tahun dan satu berusia 48 tahun. Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai kondisi mereka.
Sesuai perjanjian pekan lalu, masih ada 48 sandera yang ditahan di Gaza, sebagian besar laki-laki, dengan 20 di antaranya diyakini masih hidup. Hamas juga menyetujui untuk menyerahkan jenazah para sandera yang telah meninggal, meski belum jelas apakah proses itu akan dilakukan pada Senin atau memerlukan waktu lebih lama.
Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, setelah para sandera dibebaskan, Israel wajib membebaskan hampir 2.000 tahanan Palestina, beberapa di antaranya merupakan mantan anggota Hamas yang tengah menjalani hukuman seumur hidup. Menurut laporan Al Jazeera, pembebasan gelombang pertama tahanan dimulai pada Senin.
Israel juga telah menarik pasukan dari sebagian besar wilayah padat penduduk di Gaza dan menyetujui peningkatan signifikan dalam penyaluran bantuan ke wilayah pesisir Mediterania yang hancur itu, rumah bagi sekitar 2,2 juta jiwa.
Hampir seluruh penduduk Gaza kini mengungsi sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan lebih dari 67.000 warga tewas, sementara militer Israel menyebut sekitar 470 tentaranya gugur dalam pertempuran di wilayah tersebut.
Perang ini turut mengguncang stabilitas Timur Tengah — memicu bentrokan antara Israel dan kelompok-kelompok yang didukung Iran di Lebanon, Suriah, dan Yaman, serta meningkatkan ketegangan langsung antara Israel dan Iran. Konflik tersebut juga menyulut gelombang demonstrasi di berbagai negara, sebagian besar untuk mendukung Palestina. Penderitaan warga Gaza telah membuat posisi Israel semakin terisolasi, bahkan di antara sekutu-sekutunya di Eropa.
“Setelah para sandera yang masih hidup tiba, Palang Merah akan kembali ke Gaza untuk mengambil jenazah para korban yang diculik,” kata Gal Hirsch, koordinator urusan tawanan perang dan orang hilang di kantor Perdana Menteri Netanyahu, kepada wartawan pada Minggu. “Kami belum dapat memastikan jumlah pastinya yang akan dipulangkan besok.”
Dalam serangan pertama Hamas, kelompok itu menembakkan sekitar 5.000 roket ke kota-kota Israel, menewaskan 1.200 orang, dan menculik sekitar 250 lainnya. Sebagian besar sandera telah dibebaskan dalam gencatan senjata sebelumnya pada akhir 2023 dan awal 2025.
Badan PBB yang memantau situasi kemanusiaan di Gaza menyatakan status kelaparan di beberapa wilayah pada Agustus, akibat blokade bantuan oleh Israel. Sejumlah pakar menuduh Israel melakukan genosida dan kebijakan kelaparan paksa — tuduhan yang dibantah keras oleh pemerintah Israel.
Secara umum, warga Israel dan Palestina menyambut dengan lega kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera ini. Namun di Gaza, kehancuran akibat dua tahun perang masih menyisakan trauma mendalam. Israel belum mencapai tujuan yang dinyatakan Netanyahu, yakni menghancurkan Hamas, dan belum ada jaminan kelompok itu akan melucuti senjatanya sebagaimana tertulis dalam rencana perdamaian 20 poin versi Trump.
Nilai mata uang shekel menguat ke posisi tertinggi dalam tiga tahun terakhir seiring prospek berakhirnya perang. Pasar saham dan obligasi Israel juga menguat, meski defisit fiskal dan utang negara meningkat tajam sejak perang dimulai.
Menantu Trump, Jared Kushner, dan utusannya untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, bertindak sebagai mediator dalam negosiasi di resor Laut Merah, Sharm El-Sheikh, Mesir. Keduanya disambut meriah oleh ribuan orang di Lapangan Sandera Tel Aviv pada Sabtu malam, di mana mereka dielu-elukan atas peran mereka dalam memastikan kesepakatan tercapai. Kerumunan bersorak setiap kali nama Trump disebut, namun mencemooh keras ketika Witkoff mencoba memberi kredit kepada Netanyahu, yang dianggap sebagian warga memperpanjang perang demi menjaga dukungan dari koalisi sayap kanannya.
“Suatu hari nanti, Steve dan saya akan menceritakan kisahnya,” kata Kushner sesaat setelah Witkoff berbicara. “Kisah yang akan membuat kalian tertawa dan menangis. Semuanya benar-benar gila. Saya perhatikan Steve tidak mengucapkan kata-kata kasar di pidatonya, mungkin karena semuanya sudah ia habiskan selama negosiasi.”
Pernyataan itu menggambarkan betapa tegangnya proses negosiasi pekan lalu. Meski begitu, para mediator masih dihadapkan pada banyak tantangan dalam beberapa pekan — bahkan bulan — mendatang. Selain belum memastikan pelucutan senjata, Hamas juga belum secara resmi menyatakan tidak akan terlibat dalam pemerintahan Gaza di masa depan.
Menunjukkan bahwa kelompok itu masih memiliki kekuatan meski kehilangan sebagian besar pemimpin militer dan persenjataannya, Hamas dilaporkan menurunkan aparat kepolisian di beberapa bagian Kota Gaza hanya beberapa jam setelah pasukan Israel mundur akhir pekan lalu.
Hingga kini, belum jelas siapa yang akan memerintah Gaza selanjutnya. Usulan AS menyebutkan akan dibentuk “Dewan Perdamaian” yang diketuai oleh Trump dan melibatkan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair untuk mengawasi komite teknokrat Palestina yang bertugas menjalankan layanan publik.
Namun, Trump mengaku masih ingin menilai terlebih dahulu tingkat penerimaan Blair di kawasan Timur Tengah sebelum melanjutkan rencana itu. Blair diketahui kurang populer di dunia Arab karena keterlibatan Inggris dalam invasi Irak yang dipimpin AS pada 2003.
“Saya ingin memastikan dulu apakah Tony bisa diterima semua pihak, karena saya belum tahu,” kata Trump kepada wartawan di pesawat menuju Israel. “Saya pribadi menyukainya, tapi saya perlu memastikan bahwa dia adalah sosok yang dapat diterima semua pihak.”
(bbn)
































