Ia berharap kegagalan kali ini dapat menjadi momentum evaluasi untuk perbaikan struktural di tubuh sepak bola nasional — dari pengembangan pemain muda, kualitas kompetisi domestik, hingga peningkatan manajemen tim nasional.
Momen pertandingan melawan Arab Saudi dan Irak kini akan dikenang sebagai titik ujian bagi tim asuhan Patrick Kluivert — sekaligus titik tolak bagi PSSI dalam merancang ambisi jangka panjang. Erick Thohir menyadari bahwa kritik dan harapan akan datang, tetapi ia menyebut ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan bab pembelajaran menuju masa depan yang lebih baik bagi sepak bola Indonesia.
Diinformasikan, Laga di King Abdullah Sports City, Jeddah tersebut menjadi penentu nasib Indonesia. Gol tunggal dari Zidane Iqbal di menit ke-75 memastikan Irak meraih kemenangan dan sekaligus memastikan Indonesia tersingkir dari kompetisi.
Sebelumnya, di pertandingan Grup B lain, Indonesia juga kalah 2-3 dari Arab Saudi di Jeddah, setelah memimpin lebih dahulu lewat penalti Kevin Diks.
(dhf)
























