Logo Bloomberg Technoz

Jika Hamas menolak menyerah, rencana yang kurang spesifik itu mengharuskan langkah-langkah tersebut dilanjutkan di wilayah Jalur Gaza yang telah dibersihkan dari pasukan kelompok tersebut.

Selain pertukaran sandera dengan tahanan, berikut isi rencana tersebut:

Apa yang ditawarkan rencana ini kepada Israel?

Rencana ini menuntut Gaza untuk didemiliterisasi di bawah pengawasan pemantau independen dengan tujuan memastikan Gaza tidak menimbulkan ancaman bagi Israel di masa depan. Perang dimulai dengan serangan Hamas terhadap Israel dari Gaza pada 7 Oktober 2023.

Apa janji rencana ini bagi warga Palestina di Gaza? 

Secara langsung, rencana ini menjanjikan diakhirinya operasi militer Israel yang telah menghancurkan infrastruktur Gaza dan menewaskan lebih dari 66.000 orang, menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di sana. "Bantuan penuh" akan dikirim "segera" ke Gaza, di mana menurut lembaga pemantau yang didukung PBB, sebagian wilayahnya mengalami kelaparan. 

Lebih lanjut, rencana ini menjanjikan Gaza akan dibangun kembali untuk kepentingan penduduknya. Ada jaminan bahwa Israel tidak akan menduduki atau mencaplok wilayah tersebut. Sebagai gantinya, pasukan Israel akan menarik diri secara bertahap.

Warga Palestina kembali ke rumah mereka setelah gencatan senjata di Rafah, Gaza selatan, Minggu (19/1/2025). (Ahmad Salem/Bloomberg)

Ada juga janji bahwa tidak akan ada warga Gaza yang dipaksa meninggalkan wilayah tersebut, dan penduduk di sana bebas melakukannya jika mereka mau—dan bebas untuk kembali. Awal tahun ini, Trump membunyikan alarm dengan mengusulkan agar pemerintah AS mengambil alih Jalur Gaza yang telah kosong penduduknya dan mengubahnya menjadi resor.

Apa yang seharusnya terjadi pada Hamas dan anggotanya berdasarkan rencana tersebut?

Dalam versi rencana yang paling ambisius, Hamas akan setuju untuk tidak memiliki peran apa pun dalam pemerintahan Gaza "baik secara langsung, tidak langsung, maupun dalam bentuk apa pun."

Setelah semua sandera dikembalikan ke Israel, anggota kelompok tersebut akan diberi amnesti jika mereka berkomitmen untuk hidup berdampingan secara damai dan menyerahkan senjata mereka. Mereka yang ingin meninggalkan Gaza akan diberi jaminan keamanan untuk pindah ke negara lain. Rencana ini mengharuskan "mitra regional" memberikan "jaminan" bahwa Hamas mematuhi kewajiban-kewajiban ini.

Siapa yang seharusnya mengamankan perdamaian di Gaza?

Rencana ini mengharuskan AS bekerja sama dengan negara-negara Arab dan mitra lain untuk membentuk Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), yang akan segera dikerahkan ke Gaza. Ide dasarnya, agar militer Israel secara bertahap menyerahkan wilayah yang dikuasainya di Gaza kepada ISF berdasarkan jangka waktu yang masih harus disepakati.

Rencana ini mengharuskan pasukan Israel mempertahankan keberadaannya di sepanjang perbatasan Gaza hingga wilayah tersebut "benar-benar aman dari ancaman teror yang bangkit kembali."

ISF ditugaskan untuk melatih dan mendukung pasukan polisi lokal baru di Gaza, yang dimaksudkan untuk menjaga keamanan internal wilayah tersebut dalam jangka panjang.

Siapa yang akan mengelola Gaza berdasarkan rencana ini?

Rencana ini menuntut pembentukan komite sementara untuk menjalankan layanan publik dan pemerintah daerah di Gaza yang terdiri dari para teknokrat Palestina dan internasional. Komite ini akan diawasi oleh dewan internasional yang terdiri dari mantan PM Inggris Tony Blair dan dipimpin oleh Trump. Dewan ini juga akan "menetapkan kerangka kerja dan mengelola pendanaan untuk rekonstruksi Gaza," tetapi rincian spesifiknya belum dijelaskan.

Apakah rencana ini menawarkan jalan bagi Palestina untuk memiliki negara sendiri?

Rencana ini mengakui bahwa kedaulatan negara adalah aspirasi rakyat Palestina dan mengungkap kemungkinan bahwa seiring waktu, kondisi akan menciptakan "jalur yang kredibel" untuk mencapainya.

(bbn)

No more pages