Logo Bloomberg Technoz

Hal lain yang juga menyulut reli harga emas adalah perkembangan terkait bank sentral Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump tidak ragu untuk ikut cawe-cawe menentukan arah kebijakan moneter.

Eks pembawa acara reality show The Apprentice itu berulang kali menyebut suku bunga harus turun. Trump juga tidak segan-segan memecat Anggota Dewan Gubernur Lisa Cook, keputusan yang kini bergulir di meja hijau.

“Kami melihat harga emas akan mencapai siklus puncaknya ketika pasar cemas terhadap independensi The Fed. Ketika The Fed diperkirakan bakal salah mengambil kebijakan, maka harga emas akan kian kuat,” sebut riset Macquarie Bank Ltd.

Stephen Miller, Investment Strategy Advisor di GSFM, menilai harga emas memang masih bisa naik lagi. Diversifikasi investasi akan ikut mendorong minat investor terhadap emas.

“Alasan mengapa investor membeli emas, dan harus membeli emas, karena kualitas diversifikasi. Sentimen ini masih di tahap awal, dan emas akan makin diterima oleh pelaku pasar sebagai perilaku investasi,” tegas Miller, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Miller pun memperkirakan harga emas bisa menyentuh US$ 4.500/troy ons pada pertengahan tahun depan.

(aji)

No more pages