Logo Bloomberg Technoz

Kebiasaan minum es teh manis setelah makan bisa menjadi salah satu pemicu tingginya kadar glukosa. Jika dibiarkan, kebiasaan kecil ini bisa menimbulkan dampak besar bagi kesehatan.

Dilansir Bloomberg Technoz dari berbagai sumber, artikel ini akan membahas secara lengkap apa saja bahaya dari meminum es teh manis setelah makan yang berisiko memicu gula darah dan diabetes. 

Bahaya Es Teh Manis Usai Makan

Tak hanya setelah makanan tinggi karbohidrat, penelitian juga menemukan risiko ketika minum es teh manis setelah menyantap makanan berprotein tinggi.

Studi yang dilakukan United States Department of Agriculture (USDA) pada tahun 2017 menunjukkan, minuman manis yang dikonsumsi bersamaan dengan makanan tinggi protein dapat menurunkan efisiensi metabolisme tubuh.

Efek lain yang ditemukan adalah turunnya oksidasi lemak. Proses pembakaran lemak ini berkurang sekitar 8 persen setelah konsumsi minuman manis. Angka ini berbeda tergantung persentase protein dalam makanan.

Pada makanan dengan 15 persen protein, penurunan oksidasi lemak tercatat 7,2 gram. Sementara pada makanan dengan 30 persen protein, penurunan mencapai 12,6 gram.

Dr. Shanon Casperson, peneliti utama, menyebutkan bahwa sekitar sepertiga kalori tambahan dari minuman manis tidak digunakan oleh tubuh. Akibatnya, metabolisme lemak menurun dan energi yang dibutuhkan untuk mencerna makanan juga berkurang.

Efek jangka panjangnya, tubuh cenderung menyimpan lemak lebih banyak. Selain itu, konsumsi minuman manis setelah makan meningkatkan selera terhadap makanan gurih dan asin hingga empat jam setelahnya.

Alternatif Sehat Menikmati Teh

Meski demikian, bukan berarti masyarakat harus meninggalkan kebiasaan minum teh setelah makan. Ada cara yang lebih sehat untuk tetap menikmati minuman ini.

Beth Chiodo, ahli gizi dan pendiri Nutritional Living, menyarankan untuk memilih es teh tawar sebagai pengganti. Menambahkan lemon dapat memberikan rasa segar alami tanpa gula.

Alternatif lain adalah menggunakan pemanis alami rendah kalori, seperti stevia atau monk fruit. Keduanya berasal dari tanaman dan tidak mempengaruhi kadar gula darah. Dengan begitu, risiko diabetes bisa ditekan.

Mengubah kebiasaan tentu tidak mudah, apalagi jika sudah terbiasa minum teh manis sejak lama. Namun, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten mampu membawa dampak besar.

Cara Mengurangi Gula Secara Bertahap

Gula putih./Bloomberg- T. Narayan

Salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah mencampur es teh manis dengan es teh tawar. Misalnya, setengah gelas teh manis dipadukan dengan setengah gelas teh tawar.

Seiring waktu, porsi teh tawar dapat ditingkatkan hingga akhirnya terbiasa menikmati teh tanpa gula sama sekali. Cara bertahap ini membantu lidah menyesuaikan rasa, sehingga transisi tidak terasa terlalu sulit.

“Awalnya Anda mungkin tidak merasakan perbedaan besar. Namun perlahan, jumlah gula yang dikonsumsi akan berkurang, dan risiko diabetes pun ikut menurun,” jelas Chiodo, dikutip dari Eat This, Not That!

Langkah sederhana ini tidak hanya mengurangi asupan gula, tetapi juga memberikan kesempatan bagi tubuh untuk lebih sehat dalam jangka panjang.

Dampak Konsumsi Gula Berlebihan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan konsumsi gula tambahan tidak lebih dari 25 gram per hari untuk orang dewasa. Sayangnya, satu gelas es teh manis bisa mengandung lebih dari 20 gram gula.

Artinya, hanya dengan satu minuman, kebutuhan gula harian hampir terpenuhi. Jika ditambah makanan manis lainnya, jumlah tersebut tentu jauh melebihi batas aman.

Kelebihan gula bukan hanya berhubungan dengan diabetes, tetapi juga obesitas, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular. Kondisi ini menjadi ancaman kesehatan serius yang masih tinggi prevalensinya di Indonesia.

Kebiasaan Makan dan Minum yang Lebih Bijak

Untuk menjaga kesehatan, masyarakat disarankan lebih bijak dalam memilih minuman. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk mendampingi makanan.

Jika ingin variasi, teh tanpa gula bisa menjadi alternatif yang menyehatkan. Teh sendiri mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh, asalkan tidak dicampur gula berlebihan.

Mengatur pola makan juga penting. Hindari makan berlebihan lalu menambah minuman manis, karena kombinasi keduanya memperberat kerja tubuh dalam mengelola gula darah dan lemak.

Mengubah Pola Hidup

Ilustrasi Teh Hitam (Envato/SergioPhotone)

Mengurangi kebiasaan minum es teh manis memang menantang, tetapi bukan mustahil. Kuncinya ada pada komitmen dan kesadaran akan dampaknya bagi kesehatan.

Mulailah dengan langkah kecil, seperti mengganti satu gelas teh manis dengan teh tawar setiap hari. Jika konsisten, tubuh akan terbiasa dan keinginan akan rasa manis pun berkurang.

Selain itu, imbangi dengan olahraga teratur, tidur cukup, dan pola makan seimbang. Perubahan gaya hidup menyeluruh akan membantu menjaga kadar gula darah tetap normal.

Minum es teh manis setelah makan memang menyegarkan, namun efeknya terhadap tubuh tidak bisa dianggap sepele. Risiko lonjakan gula darah, penurunan metabolisme, dan peningkatan penyimpanan lemak nyata adanya.

Kabar baiknya, teh masih bisa dinikmati dengan cara yang lebih sehat. Mengurangi gula, memilih pemanis alami, hingga beralih ke teh tawar adalah solusi yang bisa diterapkan.

Dengan kesadaran dan perubahan bertahap, masyarakat tetap bisa menikmati teh tanpa mengorbankan kesehatan. Pada akhirnya, nikmatnya segelas teh akan terasa lebih sempurna jika 

(seo)

No more pages