Langkah itu muncul setelah pemerintah India menyatakan berencana meningkatkan pembelian energi dari AS guna mendorong Washington menurunkan tarif 50% yang diberlakukan pada Agustus lalu.
Indian Oil Corp., Bharat Petroleum Corp., dan Hindustan Petroleum Corp., penerbit lelang bersama — tidak memberikan komentar.
Kementerian Perminyakan India juga belum menanggapi permintaan konfirmasi. India memanfaatkan peluang untuk merebut kembali hubungan dagang AS-China.
LPG termasuk salah satu komoditas yang terdampak kenaikan tarif antara dua ekonomi terbesar dunia itu, dengan China beralih ke Timur Tengah serta mencari opsi pertukaran kargo LPG dari ladang shale AS, biasanya dengan harga diskon.
Sementara itu, produsen di Timur Tengah termasuk Arab Saudi, pemasok utama LPG ke India, mulai menurunkan harga untuk mempertahankan pasar.
Strategi yang diyakini dapat mendorong penjualan sekaligus menahan persaingan, kata para pedagang.
Saudi Aramco juga telah memberi tahu pelanggan bahwa harga kontrak LPG ke depan akan lebih banyak mempertimbangkan tingkat harga di pasar Asia, menurut para pedagang yang mendapat informasi langsung dari produsen. Aramco belum memberikan komentar.
(bbn)































