Logo Bloomberg Technoz

Kejaksaan Istanbul menyatakan telah membuka penyelidikan atas penahanan 24 warga Turki di kapal armada dengan tuduhan perampasan kebebasan, penyitaan kendaraan, dan perusakan properti, menurut kantor berita Anadolu.

Presiden Kolombia Gustavo Petro memerintahkan pengusiran seluruh diplomat Israel pada Rabu (1/10) setelah dua warga Kolombia ditahan dalam armada. Ia juga membatalkan perjanjian perdagangan bebas dengan Israel.

Petro menyebut penahanan itu sebagai kemungkinan “kejahatan internasional baru” oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan menuntut pembebasan warganya.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Kamis (2/10) turut mengecam tindakan Israel, mengatakan delapan warga Malaysia ditahan.

“Dengan menghalangi misi kemanusiaan, Israel telah menunjukkan penghinaan total tidak hanya terhadap hak-hak rakyat Palestina, tetapi juga terhadap nurani dunia,” kata Anwar dalam pernyataan resminya.

Advokat iklim asal Swedia, Greta Thunberg sebelum berangkat menuju Gaza untuk memberikan bantuan lewat kapal. (Sumber: Bloomberg)

Insiden ini memicu protes di Italia dan Kolombia. Serikat pekerja Italia bahkan menyerukan aksi mogok nasional pada Jumat sebagai bentuk solidaritas dengan armada internasional pembawa bantuan.

Sebelumnya, angkatan laut Israel telah memperingatkan armada bahwa mereka mendekati zona perang aktif dan melanggar blokade yang sah, sambil menawarkan jalur aman untuk menyalurkan bantuan ke Gaza.

Meski begitu, penyelenggara armada mengecam tindakan Israel sebagai “kejahatan perang.” Mereka menuduh militer menggunakan taktik agresif, termasuk meriam air, meski tidak ada laporan korban.

“Sejumlah kapal … dicegat dan dinaiki secara ilegal oleh Pasukan Pendudukan Israel di perairan internasional,” kata penyelenggara dalam pernyataan.

Armada itu berada sekitar 70 mil laut dari Gaza saat dicegat. Penyelenggara mengatakan komunikasi mereka, termasuk siaran langsung dari kapal, ikut terganggu.

“Ini adalah aksi pembajakan berulang yang melanggar hukum internasional dan hukum laut,” kata March to Gaza Greece, salah satu anggota armada. “Pemerintah Yunani memiliki tanggung jawab untuk menjamin keselamatan awak kapal dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi warganya.”

Menurut data pelacakan kapal, 23 kapal masih melanjutkan perjalanan menuju Gaza. Armada ini awalnya berharap bisa tiba pada Kamis pagi jika tidak dicegat.

Israel telah memberlakukan blokade laut terhadap Gaza sejak Hamas mengambil alih wilayah itu pada 2007. Sejumlah upaya sebelumnya untuk menyalurkan bantuan lewat laut juga pernah terjadi. Pada 2010, sembilan aktivis tewas setelah pasukan Israel menaiki armada berisi enam kapal dengan 700 aktivis pro-Palestina dari 50 negara.

Pada Juni tahun ini, angkatan laut Israel juga menahan Greta Thunberg bersama 11 awak kapal kecil dari kelompok Freedom Flotilla Coalition yang mencoba mendekati Gaza.

Israel melancarkan serangan ke Gaza setelah serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan membawa 251 sandera ke Gaza, menurut data Israel. Serangan balasan Israel telah menewaskan lebih dari 65.000 orang di Gaza.

(del)

No more pages