Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, berdasarkan tiga variabel yang membentuk IKI, maka nilai IKI bulan September 2025  untuk variable pesanan baru mengalami penurunan sebesar 3,59 poin atau 53,79. Nilai IKI untuk variabel persediaan produk atau stok juga mengalami penurunan 1,18 poin atau 55,86.

Sebaliknya, meski nilai IKI variabel produksi masih mengalami kontraksi namun indeksinya meningkat sebesar 5,01 poin atau mencapai 49,85, mendekati nilai ekspansif. 

Peningkatan variabel ini terutama didorong terutama oleh pengolahan tembakau, kulit barang dari kulit alas kaki, kayu, barang dari kayu, gabus,  bahan kimia, barang kimia dari bahan kimia,  subsektor industri farmasi, produk obat kimia, obat tradisional, perusahaan bermotor, trailer, semi-trailer, alat angkut lainnya, furniture.

“Jadi kami melihat bahwa meski pesanannya sedikit menurun, masih tetap ekspansi, tapi produksi justru lebih baik daripada produksi di bulan Agustus 2025.” tambah Febri.

Kementerian Perindustrian juga mencatat bahwa pada bulan September ini, IKI domestik juga sedikit menurun yakni di level 51,92 atau mencatatkan penurunan dibandingkan bulan Agustus 2025 di level 52,64.

“Untuk ekspor, pesanan ekspor juga masih bagus, masih ekspansif, produksinya juga masih bagus, bahkan meningkat.  Produksi pada industri yang produknya berorientasi ekspor itu masih bagus dan malah meningkat. Stoknya malah berkurang, berkurang itu berarti bagus, berarti banyak yang di ekspor.” kata Febri.

(ell)

No more pages