Di sisi lain, realisasi penyaluran kompensasi tercatat mencapai sebanyak 50,8 juta pelanggan non-subsidi dengan total volume mencapai 80,9 TWh khusus sepanjang kuartal IV-2024.
"Kompensasi listrik mencakup beban triwulan IV-2024 dengan penyaluran subsidi dan kompensasi yang telah melampaui target APBN," tutur Purbaya.
Secara total, pemerintah telah menyalurkan realisasi subsidi dan kompensasi hingga 31 Agustus 2025 mencapai Rp218 triliun, lebih tinggi dibanding realisasi sepanjang 2024 lalu sebesar Rp208,4 triliun.
Secara terperinci, lonjakan tersebut disebabkan oleh meningkatnya realisasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) menjadi 10,63 juta kiloliter (kl) atau naik 3,5% dibandingkan 2024 yang masih sebesar 10,28 juta kl.
Lalu, realisasi subsidi liquified petroleum gas (LPG) atau tabung gas melon 3 kilogram (kg) mengalami lonjakan 3,6% menjadi 4,91 juta kg dibandingkan 2024 yang sebesar 4,74 juta kg.
Kemudian, realisasi listrik bersubsidi juga naik 3,8% menjadi 42,4 juta pelanggan dibandingkan 40,9 juta pelanggaran pada 2024.
Subsidi pupuk juga melonjak hingga 12,1% menjadi 5 juta ton dari sebelumnya yang sebesar 4,4 juta ton.
(ibn/naw)






























