Logo Bloomberg Technoz

Aksi Bendahara Negara menyambangi kantor BNI ini dilakukan setelah sejumlah bank milik negara, termasuk BNI meningkatkan suku bunga counter rate deposito dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 4%. Hal ini dilakukan untuk menarik penempatan valuta asing (valas) di dalam negeri.

Padahal sebelumnya, pada Januari 2025, perseroan mematok suku bunga deposito valas paling tinggi di kisaran 1,75%. Itupun untuk penempatan dana minimal US$10 juta untuk tenor 24 bulan. Level bunga deposito valas ini juga lebih tinggi dari batas bunga penjaminan yang ditetapkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar 2%.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) atau BNI Putrama Wahju Setyawan menuturkan penyesuaian suku bunga ini merupakan strategi perseroan untuk menghadirkan nilai tambah bagi nasabah, khususnya yang selama ini lebih banyak menempatkan dana valas di luar negeri.

Dengan bunga kompetitif tersebut, BNI optimistis produk simpanan valas akan semakin diminati baik oleh nasabah individu maupun institusi.

"Fokus kami adalah memberikan imbal hasil yang atraktif agar dana valas bisa lebih banyak terserap di dalam negeri. Dengan tingkat bunga yang lebih menarik, BNI membuka peluang bagi nasabah yang selama ini menempatkan dana valasnya di luar negeri untuk berinvestasi di Tanah Air," kata Putrama dalam keterangan tertulisnya, dikutip (25/9/2025).

Sebelumnya, Purbaya menginginkan Warga Negara Indonesia (WNI) menempatkan dolar AS kembali ke dalam negeri dibanding menyimpannya di negara lain. Keinginan ini akan diwujudkan melalui pemberian insentif. Kebijakan ini penting agar cadangan devisa tetap kuat dan pasokan valas di perbankan nasional semakin memadai untuk mendukung pembiayaan proyek hilirisasi.

Menurut Purbaya selama ini masyarakat banyak membawa dolar AS milik mereka ke luar negeri. Ke depan upaya pemerintah, lanjut dia, adalah mendorong kembalinya dolar disimpan melalui perbankan domestik.

“Ini betul-betul market-based, bukan memaksa. Akan ada insentif sehingga orang Indonesia lebih suka naruh uang dolar di sini dibanding di luar. Jadi mereka nggak usah capek-capek kirim dolarnya ke luar,” ujar Purbaya usai rapat koordinasi, dikutip Sabtu (20/9/2025).

(lav)

No more pages